JAKARTA, SINDONEWSJateng.Com – Partai Amanat Demokrasi Indonesia (PADI) menyatakan kesiapannya untuk berkontribusi dalam pembangunan bangsa serta berpartisipasi dalam dinamika politik nasional secara konstruktif dan berlandaskan nilai-nilai kebangsaan.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal Partai PADI, Dr. Drs. Sayid Fadil, S.H., M.Hum., dalam keterangannya kepada sejumlah jurnalis di Jakarta, Rabu (10/6/2026).
Menurut Sayid Fadil, Partai PADI hadir bukan semata-mata untuk mengikuti kontestasi politik, melainkan sebagai wadah perjuangan yang bertujuan membentuk karakter bangsa yang bermartabat dengan berpedoman pada Pancasila dan amanat konstitusi.
“Dalam dinamika politik nasional yang kerap diwarnai pragmatisme dan kepentingan jangka pendek, Partai PADI hadir dengan visi yang melampaui sekadar perebutan kekuasaan. Partai ini dibangun sebagai wadah perjuangan untuk membentuk karakter bangsa yang bermartabat, berlandaskan nilai-nilai Pancasila dan amanat konstitusi,” ujar Sayid Fadil.
Ia menegaskan bahwa setiap kader PADI dituntut untuk meluruskan niat dan tujuan perjuangan politiknya. Menurutnya, politik harus dipahami sebagai sarana pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara, bukan sekadar jalan untuk meraih jabatan.
Tolak Politik Pragmatis dan Transaksional
Sayid Fadil menilai praktik politik transaksional masih menjadi tantangan besar dalam kehidupan demokrasi Indonesia. Banyak pihak yang menjadikan politik hanya sebagai alat untuk memperoleh posisi di lembaga eksekutif maupun legislatif.
“Kami menolak pragmatisme politik yang hanya berorientasi pada kekuasaan. Politik harus menjadi proses pembelajaran, pengabdian, dan perjuangan yang memiliki nilai serta hikmah bagi masyarakat,” tegasnya.
Menurutnya, keberhasilan maupun kegagalan dalam politik harus dipandang sebagai bagian dari proses pendewasaan dan pembelajaran. Karena itu, PADI membuka ruang bagi individu yang memiliki komitmen untuk berjuang dan memberikan kontribusi nyata bagi bangsa.
Berpijak pada Konstitusi dan Nilai Luhur Bangsa
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa seluruh perjuangan Partai PADI berlandaskan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) yang mengamanatkan implementasi nilai-nilai yang terkandung dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta pengamalan Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“PADI hadir untuk membangun manusia Indonesia yang cinta tanah air, menjunjung tinggi budaya nasional, menghargai kearifan lokal, serta berkomitmen mewujudkan keadilan yang bermartabat,” katanya.
Ia menambahkan bahwa seluruh pengurus partai, mulai dari tingkat pusat hingga daerah, harus menjadi pejuang perubahan yang mampu membawa semangat perjuangan hingga ke tingkat akar rumput.
Membangun Gerakan Politik yang Efektif dan Mandiri
Dalam menghadapi tantangan politik nasional yang identik dengan biaya tinggi, Partai PADI berupaya membangun gerakan politik yang efektif, efisien, dan berbasis militansi kader.
Semangat gotong royong dan rasa memiliki terhadap partai, lanjutnya, menjadi modal utama dalam membangun organisasi yang kuat dan berkelanjutan. Menjelang kontestasi politik tahun 2029, Dewan Pimpinan Nasional (DPN) PADI telah menyiapkan berbagai strategi penguatan organisasi, termasuk sistem pendanaan yang terukur dan berkelanjutan.
Meski demikian, Sayid Fadil menegaskan bahwa kekuatan utama partai tetap terletak pada loyalitas, dedikasi, dan semangat perjuangan seluruh kader.
Evaluasi untuk Profesionalisme Organisasi
Sebagai organisasi modern, PADI juga menempatkan evaluasi sebagai instrumen penting dalam menjaga efektivitas kepemimpinan dan kinerja organisasi.
Setiap pengurus dituntut menunjukkan komitmen, keseriusan, serta kemampuan dalam mengembangkan organisasi. Evaluasi akan dilakukan secara objektif terhadap pengurus yang dinilai belum mampu menjalankan amanah organisasi secara optimal.
“Langkah evaluasi bukanlah bentuk hukuman, melainkan bagian dari upaya memastikan roda organisasi berjalan profesional dan tetap berada pada jalur perjuangan yang telah ditetapkan,” jelasnya.
Politik sebagai Sarana Memperkuat Persatuan Bangsa
Bagi Partai PADI, perjuangan politik tidak berhenti pada perolehan kursi parlemen maupun jabatan pemerintahan. Politik harus menjadi sarana memperkuat persatuan bangsa, mempererat silaturahmi antarwarga negara, serta membangun komunikasi yang produktif dari Sabang hingga Merauke.
Dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), PADI berkomitmen mengawal berbagai isu strategis, mulai dari pembangunan ekonomi kerakyatan, pelestarian budaya, hingga penguatan kearifan lokal sebagai fondasi kemajuan bangsa.
“PADI tidak hadir sekadar untuk menambah jumlah partai politik yang terdaftar. PADI hadir dengan tekad menjadi bagian dari solusi atas berbagai tantangan bangsa dan negara. Mari menyatukan semangat perjuangan untuk Indonesia yang lebih maju, adil, dan bermartabat,” tuturnya.
Mengakhiri pernyataannya, Sayid Fadil mengajak seluruh kader untuk terus menjaga semangat perjuangan dan kebersamaan dalam membangun organisasi.
“Mari kita terapkan dalam hati kita semua sebagai insan-insan PADI dan merealisasikannya bersama. PADI Tumbuh Bersama, PADI Maju Bersama, PADI Solusi untuk Indonesia,” pungkasnya.
Penulis : Susmono (Ramsus)
Sumber : Sekretaris Jenderal Partai PADI dan jajaran pengurus Partai PADI
