PEMALANG | SINDONEWSJateng.Com  – Pemerintah Kabupaten Pemalang secara resmi mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 melalui sebuah acara yang berlangsung di Ballroom Hotel R-Gina, Jalan Raya Petarukan, Kabupaten Pemalang, Jumat (12/6/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, unsur Forkopimda, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Badan Pusat Statistik (BPS), pelaku usaha, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Pencanangan ditandai dengan pemukulan gong oleh Bupati Pemalang dan pelepasan balon sebagai simbol dimulainya pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di seluruh wilayah Kabupaten Pemalang. Pada kesempatan yang sama juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama dalam mendukung suksesnya pelaksanaan sensus oleh Bupati Pemalang, Kepala BPS Kabupaten Pemalang, Bappeda, Kapolres, Kadin, HIPMI, dan Apindo.

Komitmen tersebut menjadi bentuk dukungan nyata terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 sebagai langkah strategis untuk menghasilkan data ekonomi yang akurat, mutakhir, dan terpercaya guna mendukung perencanaan pembangunan di tingkat daerah maupun nasional.

Dalam sambutannya, Bupati Pemalang Anom Widiyantoro menegaskan bahwa sensus bukan sekadar kegiatan pendataan, melainkan instrumen penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi yang tepat sasaran.

“Sensus Ekonomi 2026 merupakan langkah strategis dalam menghadirkan data yang berintegritas sebagai dasar perumusan kebijakan dan pengambilan keputusan pembangunan ekonomi di masa mendatang,” ujar Bupati.

Ia menjelaskan, pelaksanaan sensus di Kabupaten Pemalang akan menjangkau 14 kecamatan dengan melibatkan sekitar 1.500 petugas lapangan yang telah dipersiapkan secara khusus.

Bupati juga mengingatkan pentingnya menjaga profesionalitas, integritas, dan tanggung jawab selama proses pendataan berlangsung. Selain itu, masyarakat diharapkan memberikan informasi yang benar dan sesuai kondisi riil agar data yang dihasilkan memiliki tingkat akurasi yang tinggi.

Menurutnya, keberhasilan sensus sangat bergantung pada kolaborasi dan sinergi seluruh pihak, baik pemerintah daerah, BPS, dunia usaha, maupun masyarakat. Dukungan teknologi melalui sistem monitoring berbasis dashboard secara real time juga akan dimanfaatkan untuk menjaga kualitas dan validitas data.

Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Pemalang, Teguh Santoso, selaku Ketua Penyelenggara menjelaskan bahwa pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 akan berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.

Ia menyebutkan bahwa sensus ini menjadi momentum penting untuk memperbarui basis data ekonomi nasional sekaligus memperoleh gambaran terkini mengenai perkembangan dunia usaha di Indonesia.

Menurut Teguh, terdapat berbagai perubahan signifikan sejak pelaksanaan sensus sebelumnya pada tahun 2016. Perkembangan teknologi digital, munculnya berbagai model bisnis baru, serta perubahan pola konsumsi masyarakat menjadi faktor yang harus terdokumentasi secara komprehensif dalam sensus kali ini.

“Melalui Sensus Ekonomi 2026, kami ingin menangkap seluruh dinamika perkembangan usaha dan ekonomi digital secara lebih akurat sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan yang berkelanjutan,” jelasnya.

Teguh menambahkan bahwa jumlah unit usaha di Indonesia terus menunjukkan peningkatan yang signifikan, dari sekitar 9 juta usaha pada tahun 1986 menjadi sekitar 26 juta usaha pada tahun 2016. Oleh karena itu, Sensus Ekonomi 2026 diharapkan mampu memberikan gambaran terbaru mengenai pertumbuhan tersebut.

Untuk mendukung pelaksanaan sensus, BPS Kabupaten Pemalang telah menyiapkan sekitar 1.250 petugas lapangan yang sebagian besar merupakan lulusan S1 dan D4. Selain itu, pelaksanaan sensus juga melibatkan akademisi, dosen, dan mahasiswa yang telah mendapatkan pembekalan dan pelatihan khusus.

Para petugas akan bekerja dalam 143 tim, dengan komposisi satu pengawas untuk setiap tujuh petugas lapangan guna memastikan proses pendataan berjalan efektif dan sesuai standar yang telah ditetapkan.

Dengan dukungan sumber daya manusia yang kompeten serta sinergi seluruh pemangku kepentingan, Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Pemalang diharapkan mampu menghasilkan data yang berkualitas sebagai landasan perencanaan pembangunan ekonomi yang lebih efektif, inklusif, dan berkelanjutan.

Sensus Ekonomi 2026 merupakan program pendataan nasional untuk memperbarui seluruh data usaha di Indonesia, termasuk perkembangan sektor ekonomi digital dan berbagai model usaha modern yang terus berkembang di tengah masyarakat.

Penulis : Susmono (Ramsus)

Sumber : Humas BPS Kabupaten Pemalang dan Diskominfo Kabupaten Pemalang