SEMARANG, SINDONEWSJATENG.COM – Penutupan sementara sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur penyedia program Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai daerah menjadi perhatian publik. Kondisi tersebut turut terjadi di Provinsi Jawa Tengah dan memunculkan berbagai pertanyaan di tengah masyarakat.
Wakil Gubernur Jawa Tengah sekaligus Ketua Satuan Tugas Percepatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Jawa Tengah, Taj Yasin, menyatakan pihaknya masih menunggu penjelasan resmi dari Badan Gizi Nasional (BGN) terkait penutupan sementara sejumlah dapur MBG di wilayah Jawa Tengah.
Menurut Gus Yasin, hingga saat ini Pemerintah Provinsi Jawa Tengah belum menerima keterangan resmi mengenai penyebab penghentian sementara operasional beberapa dapur MBG tersebut. Namun demikian, pihaknya menerima sejumlah laporan dan keluhan yang berkembang di lapangan.
“Kami masih menunggu penjelasan resmi dari Badan Gizi Nasional. Memang ada beberapa keluhan yang disampaikan, mulai dari persoalan menu makanan hingga dana operasional yang belum cair,” ujarnya.
Ia menjelaskan, persoalan tersebut tidak hanya terjadi di Jawa Tengah, melainkan juga ditemukan di sejumlah daerah lain di Indonesia yang tengah menjalankan program MBG.
Program Makan Bergizi Gratis sendiri merupakan salah satu program strategis nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya bagi peserta didik. Oleh karena itu, berbagai kendala yang muncul diharapkan dapat segera diselesaikan agar pelaksanaan program dapat kembali berjalan optimal.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama pihak terkait terus melakukan koordinasi dan pemantauan terhadap perkembangan program tersebut sambil menunggu keputusan serta penjelasan resmi dari Badan Gizi Nasional.
Penulis: Susmono (Ramsus)
Sumber: Diskominfo Provinsi Jawa Tengah
