SINDONEWSjateng.com, Pemalang – Jawa Tengah ( 25 / 1 / 2026 )

Gegerkan ribuan masyarakat yang menonton acara Karnaval / Kirab Gunungan Hadil Bumi dan Kirab Merah Putih HUT Ke 451 Tahun Kabupaten Pemalang .

Dikarenakan ada seorang Tukang Copet Perempuan diketahui dan tertangkap basah oleh puluhan emak – emak sedang melakukan aksi pencopetan .

Sontak saja terdengar suara – suara ( teriakan ) dari puluhan emak-emak yang menjadi korban sang pencopet tersebut .

Ditengah sedang berlangsungnya acara Karnaval Kirab Gunungan Hasil Bumi dan Kirab Merah Putih disekitar Alun – Alun Pemalang dalam rangka Memperingati Hari Jadi ke-451 Kabupaten Pemalang Tahun 2026 pada hari Minggu 25 Januari 2026 pada waktu siang hari .

Kegiatan Karnaval HUT ke 451 Tahun Kabupaten Pemalang yang mengusung tema “Menyala, Bercahaya, dan Sejahtera” tersebut berlangsung meriah ,

Menjadi sorotan ribuan pasang mata manakala beberapa Petugas berhasil menangkap Tukang Copet Perempuan setelah para Petugas dari Satlantas Polres Pemalang sedang melakukan tugas mereka mengatur kelancaran arus lalu lintas ,

Keamanan , ketertiban para pengguna jalan ( proses Karnaval HUT ke 451 Kabupaten Pemalang )

Supaya berjalan dengan lancar, aman yang diperkirakan diikuti sekitar 3.000 an lebih peserta serta ditambah masyarakat umum yang menonton Karnaval .

Momentum sakral ini menjadi ajang silaturahmi secara global masyarakat Pemalang dan juga masyarakat dari kabupaten lain .

Dari Pemerintah Kabupaten Pemalang ini wujud rasa syukur atas hasil bumi, kekayaan budaya, dan kebersamaan guyub – rukun.

Acara yang dihadiri oleh Forkopimda Kabupaten Pemalang, antara lain Ketua DPRD Kabupaten Pemalang Drs. H. Martono, M.A., Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, S.E., M.M., Wakil Bupati Pemalang Nurkholis, S.H., M.Si., Kapolres Pemalang AKBP Rendy Setia Permana, S.I.K., S.H., M.M., serta pejabat TNI, Polri, Kejaksaan, Pengadilan, OPD, dan tamu undangan lainnya,

Sungguh sangat disayangkan harus terkotori oleh tindakan Tukang Copet baik perorangan atau secara berkelompok dan dilakukan secara membabi buta saat ribuan warga berebut gunungan hasil bumi.

Deris Nur Amanda Putra, warga Kelurahan Kebondalem, bersama istrinya Lisa mengaku kehilangan dompet dan satu unit telepon genggam merek Infinix para korban menuturkan kepada awak media dan kepada para petugas ,

Ketika para korban berada di lokasi acara tepatnya di Jalan Ahmad Yani, sekitar kawasan City Walk Pemalang. Denis Nur Amanda Putra didepan awak media serta para petugas mengatakan ” saya bersama puluhan korban lainnya telah kecopetan ” kata Denis Nur Amanda Putra .

Disusul keterangan dari korban- korban lainnya dan mereka langsung mendatangi Kantor Polsek Pemalang untuk membuat laporan resmi setelah menyadari barang miliknya hilang digondol Tukang Copet.

“Rata-rata yang jadi korban copet merupakan perempuan, termasuk ibu-ibu, dengan jenis kehilangan yang hampir sama, yakni dompet dan telepon genggam,” ujarnya.

Ditambahkannya , aparat kepolisian telah mengamankan dua orang terduga pelaku dalam rangkaian kejadian tersebut. Keduanya diketahui berjenis kelamin perempuan dengan perkiraan usia sekitar 40 tahun.

Sementara itu, AKP Agus Soleh, SH., M.H., Kapolsek Pemalang Kota membenarkan adanya puluhan warga yang menjadi korban copet. Menurutnya, saat ini warga yang mengaku menjadi korban sedang didata.

“Lagi dimintai keterangan oleh anggota reskrim untuk kebenarannya. Lagi didata mas,” kata Kapolsek saat dikonfirmasi melalui pesan singkat. Kerugian yang dialami para korban diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. (Ramsus)