PURBALINGGA, SINDONEWSJATENG.COM – Menanamkan kesadaran keselamatan berlalu lintas tidak harus menunggu seseorang memiliki surat izin mengemudi. Pendidikan mengenai disiplin dan keselamatan di jalan raya justru perlu diperkenalkan sejak usia dini agar tumbuh menjadi kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari.

Semangat tersebut diwujudkan Unit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Satlantas Polres Purbalingga melalui kegiatan Polisi Sahabat Anak (Polsanak) di SD Negeri 2 Pasunggingan, Kecamatan Pengadegan, Kabupaten Purbalingga, Sabtu (31/10/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka mendukung Operasi Patuh Candi 2026 ini menjadi bagian dari upaya kepolisian mendekatkan diri kepada lingkungan pendidikan sekaligus membangun kesadaran generasi muda tentang pentingnya keselamatan berlalu lintas.
Dalam suasana penuh keakraban, para siswa mendapatkan pengenalan mengenai berbagai aturan lalu lintas yang berlaku di jalan raya. Materi disampaikan menggunakan bahasa sederhana, komunikatif, dan disesuaikan dengan usia anak-anak sehingga pesan yang diberikan lebih mudah dipahami.
Tidak sekadar mendengarkan penjelasan, para siswa juga diajak mengenal berbagai rambu lalu lintas melalui media pembelajaran interaktif. Mereka diperkenalkan dengan fungsi rambu sebagai petunjuk, peringatan, sekaligus aturan yang harus dipatuhi oleh setiap pengguna jalan.
Edukasi tersebut diharapkan mampu membangun pemahaman bahwa keselamatan di jalan bukan hanya menjadi tanggung jawab pengendara kendaraan bermotor, melainkan juga seluruh masyarakat, termasuk pejalan kaki.
Helm SNI dan Keselamatan Menjadi Prioritas
Salah satu materi penting yang diberikan dalam kegiatan tersebut adalah edukasi mengenai penggunaan helm berstandar Nasional Indonesia (SNI).
Para siswa diberikan pemahaman tentang pentingnya menggunakan helm ketika dibonceng sepeda motor oleh orang tua maupun anggota keluarga lainnya.
Pesan ini menjadi penting karena keselamatan anak saat berada di jalan raya sangat bergantung pada kesadaran dan kepedulian orang dewasa. Kebiasaan menggunakan helm dengan benar perlu dibangun sejak dini agar anak-anak memahami bahwa perlindungan diri bukan sekadar formalitas, melainkan kebutuhan utama.
Melalui edukasi tersebut, diharapkan para siswa tidak hanya memahami pentingnya keselamatan bagi dirinya sendiri, tetapi juga mampu mengingatkan keluarga untuk selalu mengutamakan keselamatan ketika berkendara.
Wayang Lalu Lintas, Cara Kreatif Polisi Dekat dengan Anak
Ada hal menarik yang membuat kegiatan Polsanak kali ini semakin berkesan. Para siswa disuguhkan pertunjukan wayang lalu lintas dengan dalang dari kalangan polisi.
Menggunakan pendekatan seni dan budaya tradisional, pesan-pesan keselamatan berlalu lintas dikemas secara kreatif dan menghibur. Metode ini menjadi salah satu cara untuk menyampaikan materi edukasi tanpa membuat anak-anak merasa sedang mengikuti pembelajaran yang kaku.
Melalui pertunjukan tersebut, anak-anak diajak memahami berbagai perilaku yang harus dilakukan ketika berada di jalan raya, termasuk mengenali rambu-rambu, mematuhi aturan, serta menghindari tindakan yang dapat membahayakan keselamatan.
Pendekatan edukasi melalui seni tradisional juga menunjukkan bahwa pesan penting dapat disampaikan dengan cara yang menyenangkan. Anak-anak tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga pengalaman belajar yang berpotensi membekas dalam ingatan mereka.
Membangun Generasi Pelopor Keselamatan
Satlantas Polres Purbalingga berharap kegiatan Polisi Sahabat Anak dapat memberikan dampak positif dalam membentuk karakter generasi muda yang disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki kepedulian terhadap keselamatan berlalu lintas.
Edukasi sejak bangku sekolah dasar dinilai memiliki peran strategis karena anak-anak merupakan generasi penerus yang kelak akan menjadi bagian dari masyarakat pengguna jalan.
Lebih dari itu, anak-anak juga dapat menjadi penyampai pesan keselamatan di lingkungan keluarga. Pengetahuan yang diperoleh di sekolah diharapkan dapat diteruskan kepada orang tua, saudara, maupun teman sebaya.
Kehadiran polisi di lingkungan sekolah melalui kegiatan edukatif seperti ini sekaligus menjadi sarana membangun hubungan yang positif antara kepolisian dan masyarakat sejak usia dini.
Polisi tidak hanya hadir ketika terjadi pelanggaran atau permasalahan hukum, tetapi juga berperan sebagai pendidik, pelindung, dan sahabat bagi masyarakat, termasuk anak-anak.
Melalui program Polisi Sahabat Anak, Satlantas Polres Purbalingga ingin menanamkan pemahaman bahwa tertib berlalu lintas merupakan budaya yang harus dibangun bersama.
Sebab, keselamatan di jalan raya bukan hanya tentang sampai ke tempat tujuan, melainkan bagaimana setiap perjalanan dapat berlangsung dengan aman tanpa membahayakan diri sendiri maupun orang lain.
Kesadaran keselamatan yang ditanamkan hari ini merupakan investasi penting bagi lahirnya generasi yang lebih disiplin, peduli, dan bertanggung jawab di masa depan.
(Sumber: Humas Polres Purbalingga)
