Sindonewsjateng.com, Jakarta – Indonesia ( 9 / 11 / 2025 )

Peristiwa ledakan di SMAN 72 Jakarta beberapa hari yang lalu Menteri PPPA Republik Indonesia ( RI ) Arifah Fauzi bersuara dan juga himbauan ” realisasikan dan laksanakan penguatan Sekolah Ramah Anak ( SRA ) .

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak ( PPPA ) Republik Indonesia ( RI ) didepannforum memberikan ketegasan ” saya menghimbau kepada para pengabdi negara baik dari Institusi , kedinasan , dan juga dati kelembagaan kita harus bersinergi realisasikan , laksanakan penguatan untuk mewujudkan Sekolah Ramah Anak supaya insiden seperti yang kemarin tidak terulang lagi ,

Sekolah Ramah Anak bukan hanya tentang soal fasilitas , akan tetapi tentang menciptakan lingkungan belajar yang aman , sehat dan bebas dari kekerasan ” tegas Menteri PPPA RI.

” Sekolah Tamah Anak itu sekolah yang banyak diharapkan oleh semua elemen masyarakat di Indonesia , sekolah yang aman , nyaman , bersih , sehat , inklusif. dan bebas dari kekerasan ini harus kita perkuat lagi bersama – sama ” ujarnya.

Ditambahkannya , seperti yang kita dengar , lihat di semua pemberitaan bahwa sosok F merupakan siswa SMAN 27 yang meledakkan bom rakitan saat Shalat Jum ‘ at ternyata dikenal oleh semua teman – temannya pribadi yang tertutup dan merupakan siswa yang jadi korban bullying .

Dirinya juga berpesan ” sekolah harus menjadi tempat yang aman , nyaman sekolah harus menjadi tempat untuk mencari ilmu , mendapatkan suasana bahagia bagi semua siswa- siswi didik bukan justru tempat yang bisa menghadirkan ancaman , serta menimbulkan rasa takut , rasa kekhawatiran ,

Tidak boleh ada kekerasan harus segera diupayakan tidak ada tindakan bullying , menyakiti dengan perkataan ataupun menyakiti secara fisik dari antar siswa- siswi atau tindakan tindakan yang mengarah , menyebabkan siswa- siswi tertekan ,

Merealisasikan Sekolah Ramah Anak diseluruh wilayah provinsi , kabupaten dan sampai ke desa – desa memerlukan kolaborasi , sinergitas banyak pihak bukan cuma pihak sekolah saja pemerintah harus hadir , keluarga juga harus berperan dan juga masyarakat ” terangnya secara gamblang .

Arifah Fauzi pada hari yang sama juga menjenguk para korban di Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka. Putih pada hari Sabtu 8 November 2025 .

Kementerian PPPA didepan puluhan awak media menyampaikan ” kamu berencana segera membahas langkah konkret bersama berbagai stakeholder pendidikan untuk menindaklanjuti kasus ledakan tersebut ,

Sebelumnya, ledakan terjadi di area SMAN 72 Jakarta Utara pada Jumat (7/11/2025) sekitar pukul 12.15 WIB, tepat saat pelaksanaan salat Jumat di masjid sekolah. Suara ledakan yang keras membuat panik para siswa dan guru ,

Hingga kini, belum diketahui penyebab pasti ledakan tersebut. Sebanyak 55 korban luka telah dilarikan ke RS Islam Jakarta dan RS Yarsi untuk mendapatkan perawatan medis.

Tragedi ini menyisakan duka mendalam bagi dunia pendidikan Indonesia. Kasus ini diharapkan menjadi momentum penting untuk memastikan setiap sekolah benar-benar menjadi ruang aman bagi tumbuh kembang anak ” pungkas kata Arifah Fauzi Menteri PPPA RI . ( Ramsus )