SINDONEWSJATENG.COM | PURBALINGGA — Pelaksanaan program TMMD Reguler ke-128 Kodim 0702/Purbalingga di Desa Krangean, Kecamatan Kertanegara, terus menunjukkan progres signifikan. Semangat kebersamaan tampak kuat di lokasi kegiatan, di mana TNI, Polri, pemerintah desa, dan masyarakat bergotong royong mempercepat pembangunan infrastruktur jalan.
Sejak pagi hari, aktivitas di titik pekerjaan terlihat ramai dan terorganisir. Personel Satgas TMMD bersama warga setempat, anggota Polsek, serta perangkat desa bahu-membahu mengerjakan penguatan pondasi jalan yang menjadi bagian penting dari proyek pelebaran akses di wilayah tersebut. Kolaborasi ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi lintas sektor mampu mendorong percepatan pembangunan di pedesaan.

Program pelebaran jalan di Dusun Batur, Desa Krangean, dinilai sebagai kebutuhan prioritas masyarakat. Selama ini, kondisi jalan yang sempit kerap menyulitkan mobilitas warga, baik untuk aktivitas ekonomi maupun kebutuhan sehari-hari. Dengan adanya pembangunan ini, diharapkan akses transportasi menjadi lebih lancar dan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Salah satu anggota Satgas TMMD, Peltu Rudi, menegaskan bahwa keterlibatan berbagai elemen menjadi faktor kunci keberhasilan pekerjaan di lapangan. Menurutnya, kerja sama yang solid tidak hanya mempercepat proses pembangunan, tetapi juga memperkuat hubungan antara aparat dan masyarakat.

“Sinergi ini bukan sekadar menyelesaikan pekerjaan fisik, tetapi juga membangun kedekatan dan kepercayaan antara TNI, Polri, pemerintah desa, dan warga,” ujarnya, Rabu (29/4/2026).
Dukungan serupa disampaikan oleh personel Polsek Karanganyar, Harsono. Ia menyebut kehadiran Polri dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen untuk turut serta mendukung pembangunan desa.
“Kami hadir untuk memastikan kegiatan berjalan lancar sekaligus memberikan dukungan nyata bagi kemajuan wilayah,” katanya.
Melalui kerja sama lintas sektor yang terus terjaga, program TMMD di Desa Krangean tidak hanya menghasilkan pembangunan fisik berupa jalan yang lebih layak, tetapi juga memperkokoh nilai kebersamaan dan gotong royong sebagai fondasi pembangunan desa berkelanjutan.
(Tim Redaksi)
