Pemalang, Jawa Tengah – Sindonewsjateng.com,1 Mei 2026

Di tengah peringatan Hari Buruh yang identik dengan perjuangan hak dan kesejahteraan pekerja, sebuah aksi sederhana namun penuh makna justru hadir dari sudut jalanan Pemalang. Bukan orasi, bukan pula panggung besar—melainkan kepedulian nyata yang dibungkus dalam seikat nasi hangat.

Adalah Susmono, yang akrab disapa Bang Ramsus, seorang jurnalis sekaligus putra daerah Pemalang, yang kembali menghidupkan semangat berbagi melalui program rutinnya: Jumat Berkah Bagi-Bagi Nasi Bungkus. Tepat di momentum Hari Buruh, kegiatan ini terasa semakin relevan—menyentuh langsung mereka yang kerap luput dari sorotan.

Selama tujuh tahun terakhir, Bang Ramsus konsisten turun ke lapangan, menyapa dan berbagi dengan para tukang becak, sopir angkutan kota, pedagang asongan, hingga pengamen jalanan, termasuk yang sudah lanjut usia. Mereka adalah roda kecil yang turut menggerakkan kehidupan kota, namun sering kali berada di garis paling rentan secara ekonomi.

“Ini bukan sekadar berbagi makanan, tapi bentuk kepedulian dan penghormatan kepada mereka yang tetap bekerja keras dalam keterbatasan,” ujar Bang Ramsus saat ditemui di sela kegiatan.

Menariknya, dalam setiap aksi sosialnya, ia turut melibatkan sang putra, Rama Dwi Hutomo. Sebuah langkah sederhana namun sarat makna—menanamkan nilai empati sejak dini kepada generasi penerus.

 

Momentum Hari Buruh kali ini menjadi refleksi tersendiri. Menurut Bang Ramsus, para tukang becak dan sopir angkutan juga merupakan bagian dari buruh sektor transportasi yang sering terpinggirkan, terlebih di tengah gempuran transportasi berbasis digital yang kian mendominasi.

 

“Kadang menjelang siang, mereka belum tentu punya uang untuk makan. Maka nasi bungkus ini mungkin terlihat sederhana, tapi bagi mereka sangat berarti,” ungkapnya dengan nada tulus.

 

Tak hanya menyasar pekerja jalanan, program ini juga menjangkau anak yatim dan yatim piatu melalui kunjungan ke yayasan. Baginya, berbagi adalah jembatan untuk memperkuat nilai kemanusiaan yang kerap terlupakan dalam hiruk-pikuk kehidupan modern.

 

Program ini pun tidak berjalan sendiri. Dukungan datang dari berbagai pihak—mulai dari aparat TNI-Polri, pemerintah daerah, kepala dinas, camat, kepala desa, hingga para pengusaha dan insan pendidikan. Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa kepedulian sosial bisa tumbuh kuat ketika dijalankan bersama.

Dalam pesannya, Bang Ramsus menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi. Ia berharap, gerakan kecil ini dapat menular dan menginspirasi lebih banyak orang untuk peduli.

“Semoga ini menjadi ladang kebaikan untuk kita semua, dan benar-benar memberi manfaat bagi mereka yang membutuhkan,” tuturnya.

Lebih dari sekadar kegiatan rutin, Jumat Berkah ala Bang Ramsus adalah pengingat bahwa perubahan besar sering kali dimulai dari langkah kecil yang konsisten. Di tengah dunia yang bergerak cepat, aksi ini seperti jeda—mengajak kita untuk kembali melihat, merasakan, dan peduli.

Karena pada akhirnya, kemanusiaan tidak diukur dari seberapa besar yang kita miliki, tetapi seberapa tulus kita berbagi.

Penulis: Tim Redaksi

Sumber: Susmono (Bang Ramsus)