SINDONEWSjateng.com, Pemalang – Jawa Tengah ( 8 / 2 / 2026 )

Kabar duka akibat Jembatan Sungai Mendelem Amblas menyebabkan jalan Semingkir ke Watukumpul terputus .

Ramai diperbincangkan di tengah masyarakat yang berada di titik Pemalang Selatan ( Pemalang kidul ) lebih tepatnya di Desa Mendelem , Desa Semingkir Kecamatan Watukumpul tenang kejadian jembatan sungai Mendelem amblas .

Setelah Jembatan Sungai Mendelem di Pemalang amblas yang nota benenya jembatan ini merupakan akses penghubung antar-desa di Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah .

Yang membentang di atas Sungai Mendelem, amblas pada Minggu dini hari (8/02/2026) .

Sehingga akses jalan utama untuk. mobilitas masyarakat Desa Semingkir–Watukumpul terputus.

Peristiwa ini berakibat akses transportasi terhambat bagi pengguna sarana pemerintah yakni jembatan tentu saja memaksa aparat setempat menutup ruas jalan demi keamanan keselamatan masyarakat .

Penyebab Kerusakan
Menurut laporan Forum Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) dan keterangan Camat Watukumpul, kerusakan terlihat setelah beberapa hari hujan deras yang membuat tanah di sekitar jembatan jenuh air dan mengalami pergeseran.

Dudukan elastomer (bantalan karet) jembatan dilaporkan bergeser dari pondasi sehingga celah antara oprit dan badan jembatan melebar hingga sekitar 50 cm sebelum akhirnya ambles.

Penutupan akses jalan
untuk keselamatan, jalan ditutup sejak 7 Februari dan upaya mitigasi darurat sedang dilakukan hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa akibat amblasnya struktur jembatan; kerugian material masih dalam proses pendataan oleh pihak kecamatan dan pemerintah kabupaten.

Sementara warga setempat bergerak cepat membangun jembatan darurat dari kayu untuk memfasilitasi kendaraan roda dua, terutama agar anak sekolah dan aktivitas ekonomi dasar tetap berjalan secara terbatas.

Pemkab Pemalang telah memasukkan penanganan infrastruktur ini ke dalam prioritas pemulihan pasca-bencana dan memperpanjang masa tanggap darurat untuk mempercepat pemasangan jembatan darurat dan perbaikan permanen.

Dampak bagi Warga Sekitar
Akses kendaraan roda empat terpaksa dialihkan melalui jalur alternatif, seperti Belik, sehingga rute perjalanan warga mengalami penambahan jarak dan waktu tempuh. (Ramsus)