PURBALINGGA – SINDONEWSJATENG.COM,Suasana hangat penuh keakraban terasa kental dalam gelaran Halal Bihalal Dewan Pimpinan Cabang PAPPRI (Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia) Kabupaten Purbalingga yang berlangsung pada Sabtu (11/04/2026) di Cafe Tanaga. Kegiatan ini bukan sekadar ajang temu kangen, tetapi menjadi momentum penting untuk merajut kembali kebersamaan di antara para pelaku seni musik.

Sejak awal acara, nuansa kekeluargaan begitu terasa. Tawa, salam hangat, dan obrolan penuh cerita mengalir tanpa sekat, mencerminkan eratnya ikatan antar anggota. Seluruh anggota PAPPRI Purbalingga hadir, menunjukkan bahwa organisasi ini bukan hanya wadah profesional, tetapi juga rumah besar yang menyatukan.

Ketua panitia, Miskam, mengungkapkan bahwa kegiatan ini telah dipersiapkan jauh hari dengan semangat gotong royong. Ia menekankan bahwa kekuatan utama acara ini justru terletak pada kebersamaan para anggota.
“Ini bukan sekadar acara seremonial. Semua terselenggara dari kebersamaan, dari kita, oleh kita, dan untuk kita. Terima kasih kepada seluruh anggota yang telah berkontribusi sehingga acara ini berjalan lancar dan penuh makna,” ujarnya.
Menariknya, seluruh pembiayaan kegiatan dilakukan secara swadaya melalui patungan anggota. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa solidaritas di tubuh PAPPRI Purbalingga bukan sekadar slogan, melainkan diwujudkan dalam tindakan nyata.
Ketua DPC PAPPRI Purbalingga, Joko Pranoto, dalam sambutannya menegaskan bahwa Halal Bihalal ini memiliki nilai lebih dari sekadar silaturahmi biasa. Ia menyebut, kebersamaan seperti inilah yang menjadi fondasi kuat bagi keberlangsungan organisasi.
“Di sini kita tidak hanya berkumpul, tetapi saling menguatkan. Dengan saling mengenal lebih dekat, kita bisa membangun sinergi yang lebih baik untuk kemajuan bersama,” ungkapnya.
Kehadiran Ketua DPC PAPPRI Kabupaten Banyumas, Hamzi, turut menambah semarak acara sekaligus memperkuat jalinan komunikasi lintas daerah. Momentum ini menjadi sinyal bahwa kolaborasi antar wilayah semakin terbuka lebar.
Lebih jauh, Joko juga menegaskan bahwa PAPPRI Purbalingga tidak hanya bergerak di bidang seni, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Ia mencontohkan keterlibatan anggota dalam membantu korban bencana alam di wilayah Serang dan sekitarnya.
“Kami ingin menunjukkan bahwa seniman tidak hanya berkarya di atas panggung, tetapi juga hadir di tengah masyarakat, membawa manfaat dan kepedulian,” tegasnya.
Dimensi spiritual dalam acara ini semakin terasa dengan tausyiah yang disampaikan oleh Ustadz Arin Hidayat, S.HI. Dalam pesannya, ia mengajak seluruh anggota untuk menjaga marwah dan citra seniman agar tetap dihormati masyarakat.
“Menjadi seniman itu bukan hanya soal bakat, tetapi juga soal sikap dan tanggung jawab. Jaga kehormatan diri, saling menghargai, dan terus menebar kebaikan,” pesannya yang disambut penuh perhatian oleh para hadirin.
Halal Bihalal ini pada akhirnya bukan hanya tentang pertemuan, tetapi tentang memperkuat identitas, memperdalam solidaritas, dan meneguhkan peran seniman sebagai bagian penting dari kehidupan sosial masyarakat.
Dengan semangat kebersamaan yang terus terjaga, PAPPRI Purbalingga diharapkan mampu melangkah lebih jauh—tidak hanya mencetak karya, tetapi juga menjadi motor penggerak kepedulian sosial dan inspirasi di tengah masyarakat.
Kalau kekompakan seperti ini terus dijaga, bukan tidak mungkin PAPPRI Purbalingga akan jadi salah satu barometer kekuatan komunitas seni daerah. Dan dari Purbalingga, gaungnya bisa meluas ke mana-mana.
