SindoNeesJatrng.com, Pemalang – Jawa Tengah Sabtu, 28 Maret 2026
Tampaknya menjadi daya tarik dari banyak anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD ) Jawa Tengah menyoroti tentang perkembangan ekonomi dan urbanisasi di tiap – tiap wilayah kabupaten yang masuk di wilayah Provinsi Jawa Tengah .
Momentum Hari Raya Idul Fitri 2026 tidak hanya membawa kebahagiaan dan kebersamaan, tapi juga membawa dinamika sosial yang cukup signifikan di tengah masyarakat. Ungkapan tersebut disampaikan Sumarwati,S.Pd.M.A.P anggota DPRD Jateng Komisi E dalam program Dialog DPRD Provinsi Jawa Tengah di LPPL Radio Swara Widuri Pemalang dengan tema “Menjaga Dinamika Sosial Pasca Lebaran” pada hari Sabtu, 28 Maret 2026.
Dalam program tersebut, Sumarwati dengan gamblang mengulas mengenai tradisi mudik pada tahun ini yang cukup memeberikan dampak besar baik dari sisi sosial maupun ekonomi.
Ia menyebutkan, berdasarkan data yang beredar, sekitar 17 juta pemudik masuk ke wilayah Jawa Tengah selama periode Lebaran 2026.
“Ini bukan hanya perpindahan orang, tapi juga perpindahan ekonomi, budaya, dan interaksi sosial, baik di desa maupun kota,” ujarnya.
Menurutnya, tradisi khas seperti halal bihalal dan syawalan juga menjadi momen penting dalam memperkuat nilai-nilai sosial di masyarakat. Tradisi tersebut dinilainya sebagai bagian dari norma sosial yang perlu terus dilestarikan karena menjadi sarana untuk saling maaf memaafkan dan mempererat jalinan silaturahmi.
Dampak positif lainnya terlihat dari meningkatnya aktivitas ekonomi lokal. UMKM, kuliner khas daerah, hingga sektor pariwisata mengalami lonjakan selama masa mudik dan libur Lebaran. Tercatat ratusan ribu wisatawan mengunjungi berbagai destinasi di Jawa Tengah, mulai dari wisata kota, kawasan pantai sampai dengan kawasan pegunungan.
“Tidak ada tempat yang sepi. Hotel, restoran, hingga pusat oleh-oleh ramai pengunjung. Ini menunjukkan perputaran ekonomi berjalan sangat baik,” terang Sumarwati
Namun demikian, Ia juga mengingatkan adanya tantangan pasca Lebaran, terutama terkait penurunan daya beli masyarakat setelah tingginya pengeluaran selama Ramadan dan Lebaran. Untuk itu, diperlukan langkah strategis seperti operasi pasar, menjaga distribusi barang, serta dukungan terhadap UMKM agar stabilitas ekonomi tetap terjaga.
Selain itu, fenomena urbanisasi juga menjadi perhatian. Banyak masyarakat yang tergiur merantau ke kota besar tanpa memiliki keterampilan yang memadai.
“Kami mengimbau masyarakat agar lebih bijak. Pastikan memiliki keterampilan atau pekerjaan yang jelas sebelum memutuskan merantau agar tidak menimbulkan masalah sosial baru,” tegasnya.
Selanjutnya Sumarwati mengajak masyarakat untuk tetap menjaga semangat kebersamaan pasca Lebaran, serta mempertahankan stabilitas sosial dan keamanan lingkungan.
“Momentum Lebaran ini harus kita jadikan penguat persatuan. Mari kembali produktif dengan semangat baru, tetap menjaga silaturahmi, dan bijak dalam mengelola keuangan,” pungkasnya.
Perubahan Propemperda 2026 Disetujui, Pemkab Pemalang Tekankan Kualitas Produk Hukum Daerah
Sebelumnya. ( Ramsus )
