PEMALANG ,sindonewsjateng.com – Hari terakhir rekrutmen petugas survei lapangan untuk Program Sensus Ekonomi (SE) 2026 di Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, diwarnai antusiasme tinggi. Sejak pagi, puluhan putra-putri daerah dari berbagai desa dan kelurahan di 14 kecamatan memadati halaman kantor yang terletak di Jalan Tentara Pelajar, Mulyoharjo, Pemalang, Kamis (21/5/2026).

Mereka tampak mengantre dengan tertib untuk menyerahkan berkas lamaran sekaligus menunggu giliran panggilan seleksi wawancara yang merupakan bagian dari rangkaian tahapan perekrutan mitra statistik tersebut.

Mewakili Kepala BPS Kabupaten Pemalang Teguh Iman Santoso, Humas BPS Pemalang Alvita Yan Hanggono menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi merupakan salah satu pilar sensus nasional yang digelar secara berkala.

“Sensus Ekonomi adalah salah satu hajat besar BPS yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali, di samping Sensus Penduduk dan Sensus Pertanian. Untuk tahun 2026 ini, pelaksanaan lapangan dijadwalkan berjalan selama dua setengah bulan, mulai dari 15 Juni hingga 31 Agustus 2026,” ujar Alvita kepada awak media di lokasi.

Alvita menambahkan, sasaran utama dari perekaman data SE 2026 meliputi seluruh rumah tangga, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), hingga perusahaan skala besar. Output data dari sensus ini nantinya akan memetakan struktur perekonomian riil di wilayah Kabupaten Pemalang, termasuk mengidentifikasi berbagai sektor ekonomi seperti perdagangan, industri, jasa, maupun sektor-sektor potensial lainnya.

Terkait proses seleksi, BPS Pemalang menerapkan beberapa fase ketat mulai dari pendaftaran online, seleksi administrasi, uji kompetensi, hingga tes wawancara.

“Dari data sementara, total pendaftar yang masuk mencapai 2.789 orang. Di hari terakhir ini, progresnya sangat cepat di mana lebih dari 2.000 pendaftar sudah menyelesaikan seluruh tahapan seleksi,” jelas Alvita.

Dari ribuan pendaftar tersebut, BPS Pemalang menegaskan bahwa intinya sebanyak 1.250 orang petugas yang memenuhi kualifikasi terbaik akan diterima dan dikontrak untuk menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 di wilayah Kabupaten Pemalang. Jumlah tersebut merupakan kuota riil kebutuhan lapangan, yang nantinya akan ditambah dengan penyiapan kuota tenaga cadangan.

Tenaga cadangan ini dipersiapkan guna mengantisipasi jika ada petugas terpilih yang mendadak mengundurkan diri, mendapat pekerjaan lain, atau berhalangan tetap saat pelaksanaan lapangan dimulai. Pengumuman hasil akhir seleksi nantinya akan dirilis secara resmi melalui humas maupun kanal situs web resmi BPS Pemalang.

Di tempat yang sama, Koordinator Rekrutmen Mitra SE 2026 BPS Pemalang, Zulkarnain Adi, mengakui adanya tantangan dalam mengelola lonjakan jumlah pelamar di hari pemungkas ini.

“Hingga siang ini masih ada sekitar 900-an pelamar yang mengantre untuk proses wawancara. Kami memohon maaf atas keterbatasan sarana dan SDM internal dalam menampung tingginya antusiasme masyarakat, namun kami tetap optimis dan mengupayakan seluruh proses wawancara bagi pelamar yang datang bisa rampung hari ini,” kata Zulkarnain.

Tingginya komitmen juga disuarakan oleh para pelamar. Mei, salah satu peserta seleksi asal Kecamatan Comal, menyatakan kesiapannya untuk terjun ke lapangan jika dinyatakan lolos seleksi.

“Saya sudah siap fisik dan mental, serta berkomitmen penuh untuk bekerja penuh tanggung jawab. Tugas survei ini menuntut kita memberikan data yang benar-benar riil di lapangan demi suksesnya Sensus Ekonomi 2026,” tuturnya.

Di akhir sesi wawancara, Humas BPS Pemalang memberikan pesan mendalam bagi seluruh calon petugas yang nantinya dinyatakan lolos. Ia menekankan pentingnya integritas data karena instrumen ini dibiayai langsung oleh keuangan negara.

“Bekerjalah dengan semangat dan catat data apa adanya sesuai kondisi nyata di masyarakat. Ini bukan pekerjaan main-main karena ada amanah dan pertanggungjawaban besar kepada negara. Kesiapan penuh dan keseriusan mencari data akan menghasilkan pelayanan publik terbaik yang bermanfaat bagi pembangunan, khususnya bagi kesejahteraan warga di Kabupaten Pemalang,” pungkas Alvita.

Penulis: Susmono (Ramsus)

Sumber Berita: Humas BPS Kabupaten Pemalang, Provinsi Jawa Tengah