Pemalang ,sindonewsjateng.com – Jawa Tengah ( 12 / 05 / 2026 )
Tari yang merupakan gerakan tubuh yang mengimplementasikan sesuatu hal banyak digemari masyarakat di suatu negara tertentu , wilayah tertentu ,
Untuk mengungkapkan. rasa senang , rasa menyukai terhadap tempat , makanan khas , ataupun suatu benda yang menjadi ciri khas di suatu negara tertentu dan menjadi kebudayaan.
Dari semua negara yang ada didunia sudah mengesahkan Peringatan Hari Tari Sedunia yakni pada setiap tanggal 29 April dalam setiap tahunnya .
Pemerintah Kabupaten Pemalang Provinsi Jawa Tengah juga merayakan Hari Tari Sedunia .
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro bersama ratusan putra- putri daerah yang sudah memakai kostum adat – istiadat kedaerahan dari berbagai provinsi yang ada di seluruh nusantara ,
Menari bersama dalam rangka memperingati Hari Tari Sedunia di halaman kantor
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan ( Disparbud ) Kabupaten Pemalang .
Tampak terlihat jelas gerakan tari yang penuh
semangat pelestarian budaya terasa begitu kuat .
Anom Widiyantoro Bupati Pemalang didampingi Fera Joko , S. Kepala Disparbud Pemalang ditengah
ratusan penari dari berbagai sanggar tersebut, tampil memukau dalam flashmob tarian nusantara .
Kegiatan yang berlangsung meriah itu menjadi panggung ekspresi seni sekaligus mempererat kecintaan generasi muda terhadap budaya bangsa. Musik tradisional dan gerakan tari yang kompak, sukses menarik perhatian masyarakat yang hadir di kawasan pantai Widuri Pemalang.
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro mengatakan, peringatan Hari Tari Sedunia bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi momentum penting untuk menjaga jati diri budaya bangsa di tengah perkembangan zaman.
“Teman-teman penari ini bukan hanya tampil, tetapi juga sedang menjaga jati diri budaya dan kekerabatan kita. Jangan lelah berlatih dan terus lestarikan kebudayaan,” ujar Anom, seperti dirilis pemalangkab.go.id.
Ia mengungkapkan rasa bangganya melihat antusiasme para penari dan sanggar seni di Kabupaten Pemalang yang terus aktif berkarya.
Meski Hari Tari Sedunia diperingati setiap 29 April, menurutnya semangat dan kemeriahan acara tetap terasa luar biasa.
Anom juga berharap pertunjukan seni tari tidak hanya tampil dalam acara formal, tetapi bisa lebih dekat dengan masyarakat melalui ruang-ruang publik terbuka.
“Saya ingin suatu saat sanggar-sanggar tari bisa tampil di Pantai Widuri, City Walk, maupun ruang terbuka lainnya. Ini bagian dari ekspresi dan kecintaan kita terhadap budaya bangsa,” katanya.
Sementara itu, Kepala Disparbud Kabupaten Pemalang, Fera Djokosusanto menjelaskan, kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap seni tari, mempererat silaturahmi antar sanggar tari, serta mendorong kreativitas penari dalam mengeksplorasi seni tari berbasis lingkungan.
Menurut Fera, kegiatan diikuti 14 sanggar tari dengan jumlah sekitar 200 penari. Adapun rangkaian acara meliputi eksplor tari di tepi pantai, kirab penari menuju pendopo, flashmob tarian nusantara, hingga pertunjukan tari dari masing-masing sanggar.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asisten Pemerintahan dan Kesra Tutuko Raharjo, Kepala Bakesbangpol Joko Ngatmo, serta Ketua TP PKK Kabupaten Pemalang Noor Faizah Maenofie.
Penulis : Susmono ( Ramsus )
Sumber Berita : Tim Humas Disparbud dan Diskominfo Kabupaten Pemalang
