BANJARNEGARA, SINDONEWSJATENG.COM (24/03/2026) – Kasus dugaan penyalahgunaan obat-obatan terlarang kembali mencuat di wilayah Kecamatan Punggelan, Kabupaten Banjarnegara. Seorang pelajar tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs) dilaporkan mengalami kondisi tidak wajar setelah sebelumnya dinyatakan hilang selama satu hari satu malam.
Insiden tersebut terjadi bertepatan dengan momentum perayaan Idul Fitri. Korban yang masih duduk di bangku kelas 1 MTs itu akhirnya ditemukan warga di Dusun Domas, Desa Danakerta, pada Sabtu (21/03/2026).
Saat ditemukan, kondisi korban memprihatinkan. Ia diketahui masuk ke salah satu rumah warga tanpa mengenakan pakaian dan meminta minum. Dugaan sementara mengarah pada pengaruh zat berbahaya yang telah dikonsumsinya.
Warga bersama tim media yang berada di lokasi segera memberikan pertolongan awal. Korban kemudian diajak berkomunikasi untuk mengetahui identitasnya. Dari pengakuannya, ia berasal dari Desa Klapa, yang masih berada di wilayah Kecamatan Punggelan.
Pihak keluarga yang mendapat informasi tersebut langsung datang ke lokasi dan membawa korban pulang untuk penanganan lebih lanjut.
Orang tua korban mengungkapkan keprihatinan mendalam atas kejadian yang menimpa anaknya. Ia menilai peredaran obat-obatan terlarang di wilayah tersebut sudah sangat meresahkan dan mengancam keselamatan generasi muda.
“Ini menjadi peringatan serius bagi kita semua. Anak saya yang masih sekolah sudah terkena dampaknya,” ujarnya.
Ia juga menyoroti dugaan adanya sejumlah titik yang menjadi lokasi peredaran obat terlarang di lingkungan masyarakat. Menurutnya, tanpa tindakan tegas dari aparat, permasalahan ini akan terus berkembang dan semakin sulit dikendalikan.
Selain itu, ia berharap aparat penegak hukum dapat segera melakukan langkah konkret untuk memberantas jaringan peredaran obat terlarang hingga ke akar-akarnya.
Peristiwa ini menjadi sinyal kuat perlunya perhatian bersama, baik dari pemerintah daerah, aparat keamanan, maupun masyarakat, untuk memperketat pengawasan serta meningkatkan edukasi kepada anak-anak terkait bahaya penyalahgunaan obat-obatan.
Upaya pencegahan dinilai harus dilakukan secara menyeluruh agar kasus serupa tidak kembali terulang dan generasi muda dapat terlindungi dari ancaman zat berbahaya.
