Pemalang, Jawa Tengah (24/03/2026) | SINDONEWSjateng.Com

Suasana di kawasan pemancingan eks dermaga dekat objek wisata Pantai Widuri mendadak panik setelah seorang pemancing dilaporkan terjatuh ke laut dan hampir kehilangan nyawa.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 18.21 WIB. Informasi awal diperoleh dari laporan masyarakat yang kemudian ditindaklanjuti oleh awak media dengan mendatangi langsung lokasi kejadian.

Korban diketahui merupakan warga Kelurahan Widuri. Beruntung, ia berhasil ditemukan dalam kondisi selamat setelah sempat tenggelam di perairan sekitar lokasi pemancingan.

Seorang penjaga malam objek wisata yang enggan disebutkan namanya menuturkan bahwa insiden terjadi karena korban tidak sabar menunggu penjemputan perahu dari pemilik bagan.

“Korban nekat turun ke air sebelum perahu bisa merapat. Beruntung pemilik bagan sigap melakukan pencarian sehingga korban berhasil diselamatkan,” ujarnya.

Kejadian ini memicu perhatian publik, terutama terkait keberadaan aktivitas pemancingan di kawasan wisata tersebut. Diketahui, lokasi pemancingan itu diduga dikelola secara komersial dengan tarif sekitar Rp25.000 per orang oleh oknum yang disebut-sebut merupakan karyawan dinas pariwisata berinisial (SP).

Seorang aktivis Pemalang, Agung, menyayangkan insiden tersebut. Ia menilai perlu adanya pengawasan dan tindakan tegas dari dinas terkait, terutama jika aktivitas tersebut tidak mengantongi izin resmi.

“Ini menyangkut keselamatan nyawa. Jika memang tidak berizin, harus segera ditertibkan,” tegasnya.

Sementara itu, petugas keamanan objek wisata, Dodo, menjelaskan kronologi kejadian. Sekitar pukul 10.00 WIB, korban bersama dua rekannya berangkat menuju bagan (rumpon) untuk memancing. Setelah seharian beraktivitas, mereka meminta dijemput oleh pemilik perahu.

Namun, saat proses penjemputan, perahu tidak dapat bersandar akibat kondisi ombak yang cukup tinggi. Karena tidak sabar menunggu, korban kemudian nekat melompat ke laut dengan maksud berenang ke tepi.

Aksi tersebut justru membuatnya terseret arus hingga menjauh ke arah timur dari lokasi semula. Berkat kesigapan pemilik perahu, korban akhirnya berhasil ditemukan dan diselamatkan dalam kondisi hidup.

Peristiwa ini menjadi peringatan bagi para pengunjung untuk selalu mengutamakan keselamatan, terutama saat beraktivitas di kawasan perairan dengan kondisi cuaca dan gelombang yang tidak menentu.

Penulis: Susmono (Ramsus)

Sumber: Petugas keamanan objek wisata Pantai Widuri dan aktivis Pemalang