Sindonewsjateng.com, Pemalang – Jawa Tengah (
28 November 2025 )

Sudah 5 harian lebih adanya isu kurang sedang yang beredar di tengah masyarakat , yakni tentang kelangkaan Gas Melon
yang pernah terjadi di tahun 2024 lalu ,

Menjelang Natal dan Tahun Baru ( Nataru 2025 ) serta pada Desember 2025 menjelang tahun 2026 tentu saja ini bisa menjadi informasi membuat resah di masyarakat .

Para pembeli saat mengantre gas melon saat terjadi kelangkaan pada 2024 lalu.

Bisa kita bayangkan rasa khawatir pasti menghinggap dan bisa dialami masyarakat terhadap kelangkaan tabung gas melon 3 kilogram jelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026 ,

Kalau hal ini sampai terjadi dan ternyata kabar burung yang tengah hangat di perbincangkan publik disangkal oleh Diskoperindag Kabupaten Pemalang.

Dalam konfirmasi. yang dilakukan oleh awak media lokal kepada Kepala Diskoperindag mengatakan ” kami dari Pemkab telah mengajukan permintaan penambahan stok gas melon jelang Nataru dengan jumlah 500 ribu tabung ” kata Fera Djoko Susanto Kepala Diskoperindag Pemalang,

Fera Djokosusanto juga berikan penjelasan lewat perintah bupati, pihaknya telah ajukan penambahan kuota tabung gas LPG 3 kilogram untuk penuhi lonjakan permintaan pada saat perayaan Nataru 2026. Pengajuan ini ditujukan langsung ke Dirjen Migas RI, dengan total penambahan stok 547 ribu tabung melon.

“Ya kita ajukan, untuk menyiasati lonjakan permintaan tabung melon jelang Nataru. Totalnya 500 ribu lebih. Mudah-mudahan bisa menekan kelangkaan gas melon di masyarakat,” ujarnya, belum lama ini.

Dirinya juga menjelaskan proses pengajuan yang ini telah dilayangkan sejak dua bulan sebelumnya atau pada Agustus 2025 lalu. Dalam prosesnya ketika terjadi kelangkaan pihaknya dapat langsung meminta ke Pertamina untuk mengirim stok lebih karena telah diberikab kuota dari pemerintah pusat.

Fera Djoko ,S. mengimbau masyarakat agar tidak melakukan belanja dengan panik/ panic buying. Sehingga stok yang ada dapat terbagi merata di setiap keluarga dan tidak ada kelangkaan barang serta kenaikan yang bermuara pada melambungnya inflasi di daerah.

“Bareng-bareng semua rata, jangan ada yang membeli berlebihan. Bahkan sampai menimbun, apalagi kebutuhan tabung gas. Jangan sampai inflasi terjadi,” pesannya. ( Ramsus )