SindoNewsjateng.com, Pemalang – Jawa Tengah ( 1 / 2 / 2026 )

Fenomena yang membuat kita mengelus dada hampir semua warga Pemalang Kota pada hari ini Minggu 1 Februari 2026 kebanjiran akibat hujan deras dari kemarin sore ( hari Sabtu 31 Januari 2026 ) hingga Minggu pagi .

Banyak informasi dari masyarakat yang berdomisili disekitar Kelurahan Mulyoharjo , Kelurahan Kebondalem dan yang lain yang masuk masuk di titik koordinat Pemalang Kota .

Hujan Deras Picu Banjir di Kota Pemalang, Permukiman dan Jalan Protokol Terendam

Otomatis
hujan deras menjadi faktor utama memicu banjir di Pemalang, Kota hingga sampai permukiman dan jalan protokol terendam.

Berdasarkan kesaksian dari Mujihartono salah satu warga Kelurahan Mulyoharjo Kecamatan Pemalang ,

Dirinya menceritakan ”
saya dan keluarga dari Sabtu sore sudah menyaksikan hujan turun ,hingga malam bahkan sampai hari Minggu pagi 1 Februari 2026 ” kata Muji Hartono .

” Saya dan keluarga kaget begitu membuka pintu dan melihat keluar ternyata genangan air setinggi 20 hingga 100 sentimeter ,

Halaman rumah saya juga terendam air lalu saya pergi melihat City Walk dan sudah terendam air hampir keseluruhan jalan desa , atau gang – gang banjir tentunya yang masuk di wilayah Kelurahan Mulyoharjo , Kelurahan Kebondalem juga.” kata Muji Hartono .

Dilanjutkannya , saya juga bertanya – tanya ke warga Kebondalem yang sedang berada dekat sungai yang dekat di Jalan Serayu ternyata juga banjir .

Disusul keterangan datang dari Angga salah satu warga RW 07 Kelurahan Kebondalem setelah dirinya melihat langsung ke Pondok Pesantren Salafiyah kondisinya sudah banjir .

Dari kejadian seperti ini bisa menjadi pelajaran bagi Pemerintah Kabupaten Pemalang dan lebih khususnya dibidang perbaikan infrastruktur , perbaikan drainase di wilayah Pemalang Kota .

Agar kedepannya jika terjadinya lagi.atau hujan turun deras semalaman diwilayah Pemalang Kota tidak banjir .

Angga menyampaikan harapan ” saya dan semua warga RW 07 Kelurahan Kebondalem menginginkan kehadiran dan solusi dari fenomena banjir yang sekarang sedang kami alami ” kata Angga

Hal senada juga disampaikan oleh Muji Hartono salah satu warga di Kelurahan Mulyoharjo Kecamatan Pemalang Kabupaten Pemalang Jawa Tengah .

Sejauh mata memandang dan awak media menuju ke tempat terjadinya banjir
luapan air dari kejadian hujan semalaman
menyebabkan aktivitas warga lumpuh dan arus lalu lintas tersendat.

Banjir dilaporkan terjadi di beberapa kelurahan di pusat kota, antara lain Kelurahan Sugihwaras, Pelutan, Kebondalem, dan Mulyoharjo air yang meluap kejalan- jalan protokol dari saluran drainase menggenangi rumah-rumah warga, halaman, hingga ruas jalan utama yang menjadi akses vital masyarakat.

Pantauan di lapangan menunjukkan kondisi cukup parah terjadi di sejumlah titik air berwarna cokelat terlihat mengalir deras di badan jalan, memaksa pengendara melaju dengan kecepatan rendah.

Sejumlah pengendara sepeda motor terpaksa menuntun kendaraannya karena mesin mati setelah nekat menerobos genangan air yang cukup tinggi.

Banjir juga berdampak pada kelancaran lalu lintas di jalan protokol di Pemalang. kota kemacetan sempat terjadi karena banyak kendaraan berhenti atau berputar arah sebagian pengendara memilih menunggu air surut karena khawatir kendaraannya rusak.

Di kawasan permukiman, warga tampak berjibaku menyelamatkan barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi. Beberapa rumah terendam hingga bagian dalam, membuat penghuni tidak dapat beraktivitas secara normal. Warga mengeluhkan banjir yang kerap terjadi setiap kali hujan deras turun dengan intensitas tinggi.

Hingga Sabtu malam, hujan masih mengguyur wilayah Pemalang dan genangan air belum sepenuhnya surut di beberapa lokasi. Belum ada laporan resmi dari kedinasan terkait jumlah rumah terdampak maupun kerugian material. Namun, warga berharap hujan segera reda agar air cepat surut dan kondisi kembali normal.

Peristiwa ini kembali menyoroti persoalan sistem drainase di kawasan perkotaan yang dinilai belum mampu mengantisipasi debit air hujan tinggi. Warga meminta perhatian serius dari pemerintah daerah agar banjir tidak terus berulang setiap musim hujan.

(Ramsus)