SindoNewsJateng.com, Jakarta – Indonesia ( 5 / 3 / 2026 )

Problematik sampah yang ada di Ibukota Jakarta tetap menjadi perhatian serius sekaligus menjadi program kerja dari Menteri dan Wakil Menteri ( Wamen ) Lingkungan Hidup ( LH ) Republik Indonesia ( RI ) .

Pada beberapa hari lalu
Wakil Menteri Lingkungan Hidup menekankan optimalisasi RDF sebagai langkah strategis mengelola sampah di Jakarta, mengurangi volume timbunan, dan menciptakan lingkungan bersih.

Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Faisal Malik Hendropriyono baru-baru ini mengemukakan bahwa optimalisasi teknologi Refuse Derived Fuel (RDF) adalah langkah strategis untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah di Jakarta. Langkah ini diharapkan mampu menekan volume timbunan sampah secara signifikan.

Melalui penerapan teknologi RDF, lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan ramah bagi masyarakat dapat tercipta. Komitmen ini diperkuat dengan Apel Pencanangan Pengelolaan Sampah di RDF Rorotan pada Minggu (01/3), yang merupakan wujud nyata dari upaya bersama.

Pencanangan tersebut menandai penguatan sistem pengelolaan sampah yang terpadu dan berkelanjutan. Kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci utama keberhasilan program ini dalam mewujudkan wilayah yang bersih, tertata, dan berdaya.

Peran Strategis Pengelolaan Sampah Jakarta
Diaz Faisal Malik Hendropriyono, Wakil Menteri Lingkungan Hidup, menegaskan pentingnya optimalisasi teknologi RDF. Menurutnya, teknologi ini tidak hanya mengurangi volume sampah, tetapi juga mendukung terciptanya lingkungan yang lebih baik dan sehat bagi masyarakat.

Pihaknya telah melakukan Apel Pencanangan Pengelolaan Sampah di RDF Rorotan pada Sabtu (28/2). Kegiatan ini menunjukkan komitmen kolektif untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Optimalisasi RDF diharapkan menjadi solusi inovatif dalam menghadapi tantangan pengelolaan sampah di perkotaan. Pendekatan ini selaras dengan upaya nasional untuk mencapai target pengurangan sampah dan menciptakan lingkungan yang lebih bersih.

lingkungan yang lebih bersih.

RDF Rorotan: Simbol Kolaborasi dan Pengurangan Beban TPST
Pencanangan di RDF Plant Rorotan menandai penguatan perannya sebagai fasilitas pengolahan sampah modern. Fasilitas ini diharapkan mampu mengurangi beban Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) serta mendukung target pengurangan sampah nasional.

RDF Rorotan juga diproyeksikan menjadi contoh kawasan pengelolaan sampah modern di Jakarta Utara. Kawasan ini diharapkan bersih, tertata, dan berdaya guna bagi lingkungan serta masyarakat sekitarnya.

Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam mewujudkan pengelolaan sampah berkelanjutan. Sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah dapat mewujudkan wilayah yang bersih, tertata, dan berdaya.

RDF Rorotan: Simbol Kolaborasi dan Pengurangan Beban TPST
Pencanangan di RDF Plant Rorotan menandai penguatan perannya sebagai fasilitas pengolahan sampah modern. Fasilitas ini diharapkan mampu mengurangi beban Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) serta mendukung target pengurangan sampah nasional.

RDF Rorotan juga diproyeksikan menjadi contoh kawasan pengelolaan sampah modern di Jakarta Utara. Kawasan ini diharapkan bersih, tertata, dan berdaya guna bagi lingkungan serta masyarakat sekitarnya.

Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam mewujudkan pengelolaan sampah berkelanjutan. Sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah dapat mewujudkan wilayah yang bersih, tertata, dan berdaya.

Gerakan Indonesia ASRI dan Tantangan Sampah Jakarta Utara
Sebelumnya, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq juga menyoroti optimalisasi fasilitas RDF sebagai solusi berkelanjutan. Ia menekankan pentingnya fasilitas ini dalam penanganan sampah di Jakarta Utara dan DKI Jakarta secara keseluruhan.

Wilayah Jakarta Utara sendiri menghasilkan lebih dari 1.300 ton sampah per hari, sebuah angka yang memerlukan perhatian serius. Hanif menyoroti peran strategis kepala daerah dalam pengelolaan sampah sesuai Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah.

Dukungan dari TNI dan Polri juga menjadi bagian integral dari mandat nasional untuk mempercepat penanganan sampah di seluruh wilayah. Gerakan Indonesia ASRI menjadi simbol sinergi pemerintah pusat, daerah, TNI, dan Polri dalam upaya ini.

Hanif menegaskan bahwa gerakan kebersihan merupakan amanat langsung Presiden melalui Gerakan Indonesia ASRI. Kolaborasi lintas sektor sangat penting untuk mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat bagi seluruh masyarakat. ( Ramsus )