SINDONEWSjateng.com, Semarang – Jawa Tengah ( 16 / 1 / 2026 )

Adanya perubahan Struktur Organisasi dan Tata Kerja ( SOTK ) di tiap – tiap wilayah Pemerintah Kabupaten pada Pemerintah Tingkat Provinsi diseluruh Indonesia mulai berjalan .

Termasuk di wilayah
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai memberlakukan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) baru pada 2026.

Tentu saja langkah ini diambil untuk mendukung percepatan pembangunan daerah.

Penataan SOTK meliputi penggabungan sejumlah urusan strategis, pembentukan dinas baru, serta penguatan fungsi perangkat daerah.

Beberapa kedinasan di Pemerintahan Tingkat Provinsi, Pemerintah Tingkat Kabupaten atau bidang – bidang pada kedinasan tersebut
salah satu perubahan utama adalah pembentukan Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) yang mengintegrasikan tiga urusan dalam satu perangkat daerah. Dinas tersebut dipimpin Hanung Triyono.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah ( Pemprov Jateng ) juga menggabungkan urusan pertanian dan peternakan dalam Dinas Pertanian, Peternakan, dan perkebunan. Dinas ini dipimpin oleh Defransisco Dasilva Tavares.

Sementara itu, penguatan sektor infrastruktur dilakukan melalui konsolidasi fungsi pekerjaan umum dan penataan ruang dalam Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) yang dipimpin Henggar Budi Anggoro.

Penataan organisasi juga berdampak pada sejumlah dinas strategis lainnya, seperti Dinas Pendidikan yang dipimpin Sadimin dan Dinas Kepemudaan dan Olahraga di bawah kepemimpinan Muhamad Masrofi.

Ahmad Luthfi Gubernur Jawa Tengah mengatakan, penataan organisasi tersebut bertujuan untuk mendukung akselerasi program prioritas daerah, yang sejalan dengan visi dan misi nasional.

“Ini untuk akselerasi dan menyesuaikan nomenklatur pemerintah pusat. Contohnya, urusan pertanian digabung dengan peternakan. Jadi kita sesuaikan dengan visi misi pusat,” kata Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi usai melantik dan mengambil sumpah/janji jabatan 1.049 pejabat di lingkungan Pemprov Jateng, di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Kamis, 15 Januari 2026.

Pelantikan tersebut terdiri dari 46 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, 380 Pejabat Administrator, dan 623 Pejabat Pengawas. Dalam pengisian jabatan tersebut, pemerintah provinsi Jawa Tengah konsisten menerapkan .

Gubernur Jawa Tengah menegaskan, penyesuaian struktur organisasi turut diikuti dengan pengaturan kebutuhan kantor dinas.

Ia berharap, seluruh pejabat yang dilantik dapat segera beradaptasi dengan struktur baru, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Kami berharap pejabat yang baru dilantik dapat menjunjung integritas dan profesionalisme, terutama dalam melayani masyarakat, baik secara administratif maupun operasional,” tegas Ahmad Luthfi .

(Ramsus)