Banjarnegara, Sindonews Jateng | Kegiatan Insan Pers Jawa Tengah(IPJT) DPC Banjarnegara dalam peringati usianya yang ke tiga tahun di Auditorium Kesehatan Politeknik Banjarnegara, Pada Minggu (30/11/2025) turut menghadirkan narasumber Rasmono, SH Direktur Utama Digital Indo Group.

Foto : Rasmono SH, direktur utama Indo Group saat menjadi Narasumber Pada Hari Jadi IPJT yang ke tiga tahun di politeknik Banjarnegara.
Sebagai pemerhati dan direktur utama (dirut) dari Digital Indo Group, Rasmono, SH juga sebagai praktisi hukum sangat apresiatif dan banyak perseptif yang beliau utarakan.
Saat di wawancarai awak media, Rasmono paparkan saran tentang Delik Pers.
“Jadi gini ya, terkait dengan undang undang pers, Salah satunya harus di fahami tidak ada persoalan, kedepan manakala kita hati hati, terka it dengan dunia wartawan atau dunia jurnalis ini kan ada payungnya, di mana terjadi persoalan itu yang menyelesaikan dewan pers itu yang pertama, dan selanjutnya lagi dewan pers itu punya kesempatan, mempelajari dulu aduan dari pada masyarakat, ini tindak pidana atau perdata dan ini pasti akan di upayakan dua upaya,” Ujarnya
Masih lanjut Rasmono, beliau mengatakan tentang Undang Undang ITE ada suatu perbedaan dalam implementasi dari perspektif Delik Pers.
“Yang terkait dengan Undang undang ITE itu berb eda karena undang undang ITE kan pencemaran nama baik, ini merupakan sisi yang berbeda undang undang Pers dengan ini sedikit berbeda, jadi perlu di fahami sekali lagi untuk temen temen wartawan, temen temen jurnalis, media dan sebagainya ayo kita bekerja sama dunia Pers ini jangan sampai ternodai oleh oknum,”imbuhnya.
Beliau juga menyampaikan terkait dengan oknum, ada istilah istilah negatif yang selalu di jumpai.
“Oknum yang mana apa, kadang kita temui di lapangan ada istilah wartawan bodrek dan seba gainya, nah ini harus seperti apa, kita harus profesional, kita harus menjalin hubungan yang baik dengan semua lini, termasuk dengan pemerintahan, kepolisian, atau alat penegak hukum, kare na apa jurnalis ini dekat dengan persoalan, jadi sekali lagi harus hati hati, dengan dunia Pers tadi, “pungkasnya.
Penulis: Adi Baskoro
