Yogyakarta, 18 Maret 2026 | SINDONEWSjateng.Com — Perum BULOG Kantor Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta resmi meluncurkan penyaluran bantuan pangan alokasi Februari–Maret 2026. Kegiatan ini digelar di Kelurahan Kotabaru, Kota Yogyakarta, Rabu (18/3), sebagai bagian dari program bantuan pangan pemerintah yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia.

Peluncuran program tersebut dihadiri sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), di antaranya Komandan Kodim 0734/Kota Yogyakarta, Kapolresta Yogyakarta, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, Kepala Dinas Sosial Kota Yogyakarta, Mantri Pamong Praja Kemantren Gondokusuman, Lurah Kotabaru, serta perwakilan PT Jasa Prima Logistik dan para Penerima Bantuan Pangan (PBP).
Program ini mengacu pada Surat Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 204/TS.03.03/K/02/26. Khusus di Kelurahan Kotabaru, tercatat sebanyak 138 PBP menerima bantuan berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng untuk alokasi dua bulan, yakni Februari dan Maret 2026.
Secara keseluruhan, di wilayah DIY, BULOG akan menyalurkan 9.835.120 kilogram beras dan 1.967.024 liter minyak goreng kepada total 491.756 PBP.
Pemimpin Perum BULOG Kanwil Yogyakarta, Dedi Aprilyadi, menegaskan komitmen pihaknya dalam memastikan distribusi bantuan berjalan optimal.
“BULOG berkomitmen menyalurkan bantuan pangan secara tepat sasaran, tepat waktu, dan tepat jumlah, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Komandan Kodim 0734/Kota Yogyakarta, Arif Setyono, menegaskan kesiapan TNI AD untuk mendukung penuh program pemerintah tersebut.
“TNI AD siap bersinergi dengan BULOG dalam menjalankan penugasan pemerintah, khususnya dalam memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan nasional,” katanya.
Penyaluran bantuan ini dinilai strategis dalam membantu masyarakat menghadapi lonjakan kebutuhan menjelang Idul Fitri. Dengan terpenuhinya sebagian kebutuhan pokok, beban pengeluaran rumah tangga dapat ditekan dan daya beli masyarakat tetap terjaga.
Selain itu, program bantuan pangan juga berfungsi sebagai instrumen intervensi pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan di pasar. Di tengah meningkatnya permintaan menjelang hari besar keagamaan, langkah ini diharapkan mampu menekan potensi inflasi pangan serta mencegah gejolak harga.
Dari sisi sistem pangan nasional, program ini merupakan bagian dari pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) oleh BULOG, sekaligus menjaga kesinambungan rantai pasok dari tingkat petani hingga konsumen.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, BULOG, dan berbagai pemangku kepentingan, upaya menjaga ketersediaan, keterjangkauan, dan stabilitas pangan diharapkan terus terjaga, khususnya menjelang Idul Fitri 2026.
( Tim Redaksi SINDOnewsjateng.com )
