Sindonewsjateng.com | Magelang, Jateng — Menteri Koperasi Republik Indonesia, Ferry Juliantono, mendorong sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam memperkuat program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai pilar baru ekonomi rakyat.

Hal itu disampaikan saat dirinya menjadi narasumber dalam kegiatan Kursus Pemantapan Pemerintah Daerah bagi Ketua DPRD se-Indonesia yang digelar di Magelang, Jawa Tengah, Sabtu malam (18/4/2026).

Dalam forum tersebut, Menkop menegaskan bahwa lebih dari 83 ribu unit KDKMP disiapkan sebagai penggerak utama produksi dan distribusi di tingkat desa dan kelurahan.

“Koperasi Merah Putih akan menjadi mesin baru ekonomi desa, baik dalam distribusi maupun penguatan produksi lokal,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi peran aktif para Ketua DPRD dari berbagai daerah yang telah berkontribusi dalam mendukung program prioritas Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam pengembangan koperasi berbasis desa.

Saat ini, lanjutnya, program KDKMP telah memasuki tahap operasional. Dari total yang direncanakan, sebanyak 5.500 titik koperasi telah rampung dibangun.

“Capaian ini tidak lepas dari dukungan pemerintah daerah, baik di tingkat provinsi, kabupaten, maupun kota,” tambahnya.

Menkop menjelaskan, KDKMP memiliki tiga fungsi utama. Pertama, sebagai pusat distribusi kebutuhan pokok dan barang bersubsidi seperti LPG 3 kilogram, pupuk subsidi, beras SPHP, hingga gula. Kedua, berperan sebagai off-taker yang menyerap hasil produksi masyarakat desa. Ketiga, menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam menyalurkan berbagai program bantuan.

Menurutnya, kehadiran koperasi ini akan mengubah peran masyarakat desa dari sekadar penerima manfaat menjadi pelaku utama ekonomi.

“Ini bukan hanya program distribusi, tapi transformasi mindset. Ekonomi kita akan kembali pada prinsip gotong royong dan kekeluargaan,” tegasnya.

Ia juga memastikan bahwa produk UMKM lokal akan menjadi prioritas utama untuk mengisi gerai-gerai Koperasi Merah Putih.

“Tidak perlu khawatir soal pasar. Produk lokal akan kami utamakan untuk masuk ke koperasi,” katanya.

Menkop pun mengajak para pimpinan DPRD untuk turut mendorong pengembangan UMKM di daerah, mulai dari pendampingan, inkubasi, hingga akses pembiayaan.

Dengan langkah tersebut, diharapkan koperasi dapat menjadi ekosistem ekonomi baru yang mampu memperkuat kemandirian desa sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

(Tim Redaksi)
Sumber: Humas Kementerian Koperasi RI