SINDONEWSjateng.com, Yogyakarta – Indonesia (. 13 / 12 / 2025 )

Kata Nyadran tentu saja tidak asing ditelinga kita apalagi yang berasal dari Pulau Jawa kata Nyadran yang berasal dari Bahasa Sansekerta “Sraddha” yang berarti keyakinan dan secara komplit berarti :

Rangkaian upacara adat yang bertujuan untuk mendoakan roh leluhur yang telah meninggal dunia.

Adapun didapat dari beragam sumber informasi yang nota benenya informasi diperoleh dari jutaan masyarakat yang ada di pulau Jawa bahwa prosesi upacara adat Nyadran sampai sekarang (tahun 2025) tetap exist.

Dikutip dari link resmi Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta ( DIY ) .

Makna Nyadran :

* Momentum yang Sakral bertujuan untuk. mendoakan roh leluhur yang telah meninggal dunia dan mengalami perluasan makna Nyadran dilaksanakan juga untuk mendoakan roh- roh dari tokoh – tokoh nasional , tokoh – tokoh penting di wilayah setempat ( masih diteritori pulau Jawa )

* Mengingatkan diri sendiri akan kematian
* Menjaga kerukunan dan hangatnya persaudaraan antar sesama orang Jawa

Rangkaian Prosesi Upacara Adat Nyadran :

* Besik : membersihkan makam secara bergotong – royong
* Kirab (Arak- arakan menuju ke Makam)
* Ujub , do ‘ a
* Kembul Bujono (makan bersama)
* Tasyakuran

Di wilayah Temanggung Tradisi Nyadran bisa di ikuti dan dilaksanakan bersamaan jemaah tiga agama (Islam , Kristen dan Buddha).

Warga di Temanggung melaksanakan tradisi upacara adat Nyadran dengan ciri khasnya memikul Tenong atau Wadah berisi berbagai jenis makanan hal tersebut dilakukan ,

Kebiasaan / tradisi dari peninggalan nenek moyang Nyadran Pepunden.

Dilaksanakan setahun sekali dengan seribu warga yang mengikuti tentu saja bertujuan mendoakan arwah leluhur sekaligus wujud kerukunan dan toleransi antar umat beragama.

Upacara adat Nyadran acap kali dilakukan oleh masyarakat dari pedesaan yang mana sangat kental dengan rasa tepo saliro, unggah – ungguh yang tinggi.

Dari segi pandang umat muslim dan muslimah Nyadran / Sadranan / Ruwahan dilakukan menjelang bulan Ramadhan ( bulan Ruwah / Syaban ) .

(Ramsus)