Sindonewsjateng.com, Pekalongan – Jawa Tengah ( 28/11/2025 )
Menjadi berita yang lagi hangat diperbincangkan di tengah masyarakat di wilayah Kabupaten Pekalongan Provinsi Jawa Tengah ,
Yakni tentang 2 oknum Wartawan dan 1 orang yang diprediksi sebagai anggota LSM beberapa hari lalu sampai sekarang menjadi trending topic public .
Apalagi baru – baru saja ada temuan dari rekan – rekan wartawan Pekalongan yang melihat adanya Karangan Bunga yang bertuliskan ” ucapan selamat dan terimakasih kepada Ditreskrimum Polda Jateng yang telah meng OTT 2 oknum mengaku – ngaku wartawan dan 1 orang LSM di wilayah hukum Pekalongan ‘ ini banyak menuai tanda tanya besar dari rekan – rekan wartawan lokal dan nasional .
Munculnya karangan bunga yang tertulis Selamat kepada Polisi Daerah Jawa Tengah atas berhasilnya meng OTT nya 2 orang oknum yang mengaku Wartawan dan 1 orang mengaku pengacara, yang mengatasnamakan Paguyuban Kepala Desa Kabupaten Pekalongan menuai tanda tanya. Pasalnya, setelah dilakukan konfirmasi, karangan bunga tersebut dipastikan bukan berasal dari Paguyuban Bahurekso.
Salah seorang Pimpinan Redaksi Media Online yang tidak mau disebutkan namanya menyatakan bahwa hal tersebut bisa memicu konflik lanjutan atas masalah utama yang saat ini sedang ramai diperbincangkan. “Potensi konflik dari ketegangan antar pihak yang saling bertentangan pendapat perihal OTT yang dimaksud bisa semakin meruncing. Kita harus sama-sama menjaga kondusifitas dan memercayakan APH untuk menjalakan tugasnya.” Ujarnya.
Pimred Media Online tersebut menambahkan, “Isu ini rawan dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab dan bisa memperkeruh suasana. Menurut kami karangan bunga tersebut mengandung nilai provokatif bagi sebagian pihak, sebaiknya tidak dipertajam bahasan ini agar isu tersebut tidak terpolarisasi.” Tandasnya.
Hasil penelusuran tim media dengan melakukan konfirmasi kepada salah satu Ketua Paguyuban Kepala Desa tingkat kecamatan di Kabupaten Pekalongan mengungkapkan bahwa pihaknya tidak pernah menginstruksikan, menyetujui, maupun mengatasnamakan paguyuban untuk pembuatan karangan bunga tersebut.
Karangan bunga itu tidak mengatasnamakan Bahurekso dan tidak pernah dibahas atau diputuskan dalam forum paguyuban,” ujar salah satu Ketua Paguyuban Kepala Desa kecamatan
Lebih lanjut, ia juga meyakini bahwa karangan bunga tersebut dibuat oleh oknum salah satu kepala desa, bukan oleh organisasi paguyuban kepala desa Kabupaten Pekalongan
Kami meyakini itu inisiatif pribadi oknum kepala desa yang sengaja dibuat untuk membuat kekisruhan, bukan dibuat oleh paguyuban. Jadi tidak dapat diklaim sebagai sikap atau dukungan resmi Bahurekso,” tegasnya.
Menurutnya, penggunaan nama organisasi paguyuban tanpa keputusan bersama berpotensi menimbulkan mispersepsi publik, seolah-olah merupakan sikap kolektif kepala desa se-Kabupaten Pekalongan, padahal kenyataannya tidak demikian
Ia menekankan bahwa dalam tubuh paguyuban, setiap pernyataan atau dukungan yang mengatasnamakan organisasi harus melalui mekanisme musyawarah dan persetujuan bersama, agar tidak menimbulkan kegaduhan maupun polemik di tengah masyarakat.
Dalam wawancaranya Sudomo selaku Ketua Paguyuban Kepala Desa Kabupaten Pekalongan mengatakan bahwa karangan bunga yang saat ini beredar dan menjadi kontroversi ini bukan perintah ataupun usulan dari paguyuban Kepala Desa Kabupaten Pekalongan Bahurekso, kita nanti akan mengumpulkan semua Kepala Desa untuk merapatkan masalah ini (terkait karangan bunga) agar suasana menjadi kondusif. (Ramsus)
