PURBALINGGAsindonewsjateng.com | Turnamen Bola Voli Putra Antar Klub U-16 KSM Bangun Utomo Cup II di Kabupaten Purbalingga menuai sorotan menyusul ketidakhadiran wasit yang telah ditugaskan secara resmi oleh Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Purbalingga. Padahal, penugasan tersebut telah dituangkan dalam surat tugas yang ditandatangani Ketua PBVSI setempat.

Berdasarkan Surat Tugas Nomor 07/PBVSI-PBG/XII/2025 tertanggal 24 Desember 2025, dua orang wasit dijadwalkan memimpin pertandingan pada 27–28 Desember 2025 di Gedung Indoor SMP Negeri 1 Kemangkon. Namun hingga turnamen digelar, wasit yang tercantum dalam surat tugas tersebut tidak hadir di lokasi pertandingan.

Ketua KSM Bangun Utomo, Wiwit Sugianto, mengatakan ketidakhadiran wasit berkaitan dengan belum tercapainya kesepakatan mengenai honorarium. Ia menegaskan bahwa sejak awal panitia telah menyampaikan turnamen tersebut bersifat pembinaan atlet usia dini, sehingga dukungan anggaran terbatas.

“Kami sudah menyampaikan sejak awal bahwa ini kegiatan pembinaan. Komunikasi dengan pihak terkait juga ada, tetapi muncul permintaan honor tertentu yang tidak bisa kami penuhi,” ujar Wiwit, Minggu (28/12).

Di sisi lain, panitia menerima keterangan berbeda dari Komisi Wasit PBVSI Purbalingga. Dalam pesan singkat yang diterima panitia dari Ketua Komisi Wasit PBVSI Purbalingga, Purnomo, disebutkan bahwa ketidakhadiran wasit disebabkan adanya agenda lain yang berlangsung bersamaan.

Wasit Tak Hadir Meski Surat Tugas Terbit, Turnamen Voli U-16 di Purbalingga Jadi Sorotan

Panitia menilai alasan tersebut tidak sejalan dengan fakta bahwa surat tugas resmi telah diterbitkan sebelumnya. Menurut mereka, dalam tata kelola organisasi olahraga, surat tugas merupakan dasar formal penugasan yang seharusnya menjadi acuan utama pelaksanaan di lapangan.

“Jika memang ada kendala sejak awal, seharusnya disampaikan sebelum surat tugas diterbitkan. Bukan setelah surat keluar lalu pelaksanaannya tidak dijalankan,” tegas Wiwit.

Panitia menilai peristiwa tersebut berpotensi mengganggu semangat pembinaan atlet usia dini yang menjadi bagian penting dari proses regenerasi atlet bola voli di daerah.

Panitia berharap PBVSI Purbalingga, khususnya Komisi Wasit, dapat melakukan evaluasi internal terkait mekanisme penugasan dan koordinasi organisasi agar kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Komisi Wasit PBVSI Purbalingga belum memberikan keterangan resmi secara langsung terkait perbedaan alasan ketidakhadiran wasit dalam turnamen tersebut.