SINDONEWSjateng.com, Semarang – Jawa Tengah (. 19 / 1 / 2026 )
Hampir semua Wilayah Pemerintah Tingkat Provinsi sampai ke Pemerintah Kabupaten / Kota yang ada diseluruh nusantara sedang gencar dalam hal penanganan sampah .
Termasuk Pemerintah Kota Semarang – Provinsi Jawa Tengah ( respon cepat ) bergerak cepat melakukan penanganan terhadap sampah yang menggunung di tempat pembuangan sementara (TPS) Muktiharjo Kidul.
Dengan melakukan upaya intensif dan integratif, melalui dukungan armada, alat berat, serta personel lintas perangkat daerah, sebagai bentuk respons atas keluhan warga masyarakat yang terdampak.
Respons cepat tersebut mendapat apresiasi langsung dari warga setempat. Ketua RW 8 Kelurahan Muktiharjo Kidul, Ali menyampaikan, selama musim hujan, tumpukan sampah di TPS menjadi persoalan serius bagi lingkungan dan kesehatan warga.
“Kami sebagai warga RW 8 menyikapi TPS di wilayah kami yang selama musim penghujan menumpuk menjadi persoalan lingkungan dan kesehatan. Alhamdulillah, sudah ada tindakan nyata dari Ibu Wali Kota Semarang, Ibu Agustin. Sampah yang kemarin menumpuk, sekarang sudah berkurang. Warga kami sangat berterima kasih atas respons yang sigap ini,” ungkapnya.
Dia juga menyampaikan terima kasih kerja jajaran Pemkot Semarang hingga tingkat wilayah.
“Kami juga mengajak warga untuk membuang sampah pada tempatnya, karena wilayah kami rendah dan rawan terdampak saat musim hujan,” tambahnya.
Senada, Ketua LPMK Kelurahan Muktiharjo Kidul, Kecamatan Pedurungan Muhammad Muslim menyampaikan terima kasih atas respon cepat Pemerintah Kota Semarang.
“Setelah kami melapor, langsung ditindaklanjuti. Hari ini bisa kita lihat, sampah sudah banyak berkurang. Ke depan, kami berharap bisa dibuatkan tempat sampah yang lebih baik lagi,” ujarnya, saat pengerukan sampah di TPS Muktiharjo Kidul, Kamis (15/1/2026).
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menyampaikan, langkah konkret juga dilakukan pada sejumlah titik yang terdampak beban sampah tinggi. Untuk Pasar Penggaron yang mengalami overload, pihaknya menurunkan dua armada dengan dua ritasi serta satu alat berat, dengan target penuntasan pada Jumat (16/1/2026). Pola serupa diterapkan di Pasar Jatingaleh, dengan dua armada armroll dan target penyelesaian pada tanggal yang sama.
Penanganan di TPS Lanal, lanjutnya, telah tuntas pada 15 Januari 2026, sementara TPS Purwosari/Patriot diperkuat dengan satu armada dump truck. Di TPS Bukit Kencana Jaya, pihaknya akan menambah alat berat (excavator dari Disperkim), lima dump truck, dua armroll, tambahan satu kontainer, serta penataan ritasi harian karena keterbatasan kontainer dan satu armroll yang rusak. Seluruh rincian teknis ini menjadi bagian dari operasi lapangan yang saat ini berjalan.
Disampaikannya penanganan juga dilakukan di titik lain, seperti TPS Lingkar Tanjung Panggung Lor dan Pasar Suryokusumo telah selesai, sedangkan TPS Rumah Pompa mendapat dukungan dua dump truck dari TPA dan 10 personel dari Disperkim.
“Kami tidak hanya mengangkut, tetapi menata sistemnya armada, ritasi, kontainer, hingga koordinasi lintas OPD. Tujuannya jelas, tidak ada lagi tumpukan yang mengganggu aktivitas warga dan berpotensi menimbulkan masalah kesehatan,” ungkap Agustina.
Menurutnya, pola penanganan di Muktiharjo Kidul akan diperluas ke TPS-TPS lainnya, yang telah dipetakan sebagai titik rawan overload. Penanganan khusus yang dilakukan di TPS Muktiharjo Kidul akan dilanjutkan secara bertahap ke TPS lain di Kota Semarang, sehingga persoalan sampah tertangani dari hulu ke hilir.
Pada kesempatan itu, pihaknya juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam memilah sampah dari rumah, mematuhi jadwal pembuangan, dan menjaga kebersihan lingkungan.
“Pemkot bekerja dengan sistem yang kami perkuat, masyarakat mendukung dengan disiplin. Dengan gotong royong, Semarang bisa lebih bersih, tertib, dan sehat,” pungkasnya.
Dengan penataan ulang TPS Muktiharjo Kidul, dirinya berharap, ke depannya akan tercipta pengelolaan sampah yang tertib serta mampu mengembalikan kenyamanan warga yang terdampak langsung, akibat penumpukan sampah.
(Ramsus)
