SINDONEWSjateng,com, Pemalang – Jawa Tengah ( 16 / 2 / 2026 )
Heboh dan menjadi buah bibir di kalangan masyarakat Desa Wanamulya Kecamatan Pemalang Kabupaten Pemalang dan juga masyarakat Desa Sukalila Warureja Tegal yakni , video kebanjiran yang menimpa di Desa Wanamulya Pemalang volume debit air setinggi hampir ukuran dengkul kaki manusia dewasa ,
Sedangkan banjir yang melanda di Desa Sukalila Warureja Tegal volume air setinggi ukuran dada manusia dewasa.
Video kebanjiran di Desa Wanamulya Pemalang dan Desa Sukalila Tegal ini sedang ramai di Medsos serta sampai sekarang informasi yang didapat oleh awak media .
Dari semula kebanjiran dan volume debit air mulai naik disebabkan oleh hujan yang melanda wilayah Pemalang dan Tegal di kedua desa tersebut akibat hujan pada hari Minggu 15 Februari 2026 sedari pukul : 14 : 00 WIB ( jam 2 siang ) sampai pagi dini hari yaitu pukul : 07 : 00 WIB .
Diperoleh informasi dari masyarakat ke dua desa tersebut melalui video yang tersebar air meluap pukul : 03 : 00 WIB dini hari ( menjelang waktu sholat Subuh ) .
Dari pihak Ketua dan Sekretaris Federasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia ( FSPSI ) DPC Pemalang .
Suharjo , MK. memberikan komentarnya ” dari fenomena yang terjadi di wilayah Kabupaten Pemalang dan Kabupaten Tegal ini bisa menjadi pelajaran kita semua sebagai masyarakat dan pelajaran kepada pemerintah kedepannya syukur -:syukur walaupun hujan besar akan tetapi tidak menimbulkan banjir yang bisa merugikan banyak masyarakat ” kata Ketua FSPSI DPC Pemalang .
Disusul komentar dari Arden Sekretaris Jenderal ( Sekjen ) FSPSI DPC Pemalang memberikan penjelasan ” kita menyoroti tentang para buruh , kaum pekerja dari berbagai sektoral yang ada di wilayah Kabupaten Pemalang ,
Mereka mengalami kerugian atau tidak baik material , ataupun kerugian lainnya atau pada intinya dari kami tidak ingin masyarakat Pemalang yang kaum buruh mengalami kerugian akibat banjir ,
Pemerintah harus ada perhatian dalam hal ini dan menurut kami bisa menjadi masukan bagi pemerintah Pemalang , pimpinan , pejabat kedinasan yang terkait ” pungkas kata Arden .
(Ramsus)
