Banjarnegara | SINDONEWSjateng.Com — Penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri 4 Krandegan, Kabupaten Banjarnegara, dihentikan sementara menyusul aksi penolakan yang dilakukan puluhan orang tua siswa. Penolakan tersebut dipicu kekhawatiran terhadap kualitas makanan yang dinilai tidak memenuhi standar kebersihan dan kelayakan konsumsi.

Aksi penyampaian aspirasi berlangsung di depan lingkungan sekolah pada Senin (26/1/2025). Sejumlah wali murid membawa poster penolakan dan menunjukkan contoh makanan yang diduga bermasalah. Orang tua siswa juga meminta kendaraan pengangkut MBG tidak memasuki area sekolah hingga ada kepastian perbaikan.

Salah satu wali murid, Erlina, menyampaikan bahwa keluhan terkait kualitas makanan sudah disampaikan berulang kali, namun tidak segera ditindaklanjuti. Ia menyebut temuan makanan yang diduga mengandung benda asing serta bahan pangan dalam kondisi tidak segar menimbulkan kekhawatiran terhadap kesehatan siswa.

Menurutnya, dalam beberapa hari terakhir ditemukan makanan yang tidak layak, mulai dari adanya keong dan lalat hingga buah dan lauk yang dinilai sudah tidak segar. Kondisi tersebut membuat orang tua memilih menghentikan sementara program MBG demi keselamatan anak-anak.

Menanggapi situasi tersebut, pihak pengelola dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Semarang bersama Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Banjarnegara, pemerintah kecamatan, serta aparat kepolisian turun langsung ke lokasi. Mediasi dilakukan di lingkungan sekolah dengan melibatkan perwakilan wali murid.

Koordinator Wilayah BGN Banjarnegara, Irma Lusita, menyatakan pihaknya akan melakukan peninjauan dan evaluasi menyeluruh terhadap operasional SPPG. Evaluasi tersebut meliputi proses pengolahan makanan, kebersihan dapur, hingga sistem distribusi ke sekolah.

Dari hasil mediasi disepakati bahwa penyaluran MBG ke SDN 4 Krandegan dihentikan sementara selama sepuluh hari. Selama masa tersebut, pihak SPPG diminta melakukan pembenahan menu dan memperketat pengawasan sebelum program kembali dijalankan.

Sementara itu, Kepala SPPG Semarang, Nugraha Gama Ramadhan, mengakui adanya kekurangan dalam pelaksanaan program MBG. Ia menyampaikan permohonan maaf kepada para wali murid dan menegaskan komitmen untuk melakukan perbaikan agar standar gizi dan kebersihan makanan dapat terjaga sesuai ketentuan.