SINDONEWSjateng.com, Pekalongan – Jawa Tengah Selasa 30-12-2025

Peningkatan pendidikan bagi semua manusia pasti banyak memberikan bagi dirinya sendiri dan juga manfaat bagi orang lain / publik .

Inovasi yang bagus dari kaum intelektual muda ( mahasiswa- mahasiswi ) itu dibutuhkan oleh pemerintah dari pusat , provinsi , kabupaten , Pemerintah Desa , Pemerintah Kelurahan .

Kedatangan Tim KKN Universitas Pekalongan ( Unikal ) ke Desa Kwayangan Pekalongan Jawa Tengah

Mendapatkan respon baik dari Pemerintah Desa setempat dengan reaksi cepat sehingga membuat Koordinator Desa ( Kordes ) Kwayangan sedan menjelaskan kepada masyarakat .

Maksud dari kedatangan Tim KKN Unikal dan juga riset / penelitian yang masuk pada tugas dari mahasiswa- mahasiswi Unikal yang sedang KKN

Serta menjelaskan tentang bagaimana membuat sampah organik sebagai pakan maggot .

Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Pekalongan (Unikal) menggelar sosialisasi intensif mengenai pemilahan dan pengelolaan sampah bagi warga Desa Kwayangan. Kegiatan yang berlangsung pada malam hari ini mengintegrasikan dua program kerja sekaligus, yakni pengelolaan sampah organik dan anorganik sebagai solusi permasalahan lingkungan desa.

Ikhda Hanif Mahmuludin, mahasiswa Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis selaku Koordinator Desa (Kordes) Kwayangan, menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk mengubah pandangan masyarakat terhadap sampah dari beban menjadi sumber daya bernilai ekonomis.

“Kami menghadirkan dua solusi sekaligus. Untuk sampah organik, kami fokus pada budi daya Maggot BSF (Black Soldier Fly) sebagai pakan ternak alternatif. Sementara untuk sampah anorganik, kami memberikan edukasi pemanfaatannya menjadi paving block plastik,” ujar Ikhda.

Program unggulan budi daya maggot dipilih karena dinilai sangat efektif dalam mereduksi sampah dapur dan sisa makanan secara cepat, sekaligus menghasilkan nilai ekonomi bagi warga yang memiliki ternak unggas atau ikan.

Di tempat yang sama, tim KKN Unikal juga mendemonstrasikan pengolahan sampah anorganik, khususnya plastik, yang dilebur untuk dicetak menjadi paving block. Penyatuan dua materi sosialisasi ini dilakukan agar masyarakat mendapatkan pemahaman yang komprehensif mengenai tata kelola sampah dari hulu ke hilir dalam satu kesempatan.

Melalui kegiatan ini, Tim KKN Unikal berharap Desa Kwayangan dapat menjadi desa mandiri sampah yang mampu menciptakan lingkungan lebih bersih sekaligus meningkatkan ekonomi kreatif melalui inovasi pengelolaan limbah.

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Desa Kwayangan, Islah, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif mahasiswa ini. Menurutnya, sampah merupakan masalah besar yang butuh penanganan serius.

“Semoga apa yang dicita-citakan bisa tercapai karena masalah sampah memang kompleks. Saya berharap ilmu dari mahasiswa KKN Unikal ini bermanfaat dan benar-benar bisa dilaksanakan di lingkungan kita semua,” ujar Islah dalam sambutannya.

Hal senada disampaikan oleh Firdaus, yang mewakili Kepala Desa Kwayangan. Ia mengucapkan terima kasih kepada tim mahasiswa yang telah mengabdi hampir satu bulan dan memberikan banyak manfaat bagi warga.

“Sampah itu meski kelihatan sepele, tapi urusannya kompleks karena diproduksi setiap hari. Mudah-mudahan malam ini warga bisa menyerap ilmu dengan baik, sehingga Desa Kwayangan bisa menjadi penggerak dalam memilah sampah dan ke depan bisa bersih dari sampah,” tutur Firdaus. (Ramsus)