SINDONEWSjateng.com, Pemalang Jawa Tengah ( 9 / 1 / 2026 )
Bisa mencengangkan bagi kita semua khususnya masyarakat yang ada di wilayah Pemerintah Kabupaten Pemalang dan kabupaten lainnya yang ada di wilayah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah .
Dikarenakan angka pernikahan dini masih banyak terjadi , dalam hal ini pihak dari Dinas Sosial ( Dinsos ) Kabupaten Pemalang sudah melakukan pendekatan secara gencar dan berkala .
Forum anak Dinsos KBPP Pemalang saat melakukan pendekatan dan sosialisasi gerakan anti kekerasan anak hingga pencegahan pernikahan dini, disalah satu sekolah di Pemalang.
Kegiatan Sosialisasi Forum Anak Dinsos KBPP Pemalang saat melakukan pendekatan dan sosialisasi gerakan anti kekerasan anak hingga pencegahan pernikahan dini, disalah satu sekolah di Pemalang.
Kasus pernikahan anak di Pemalang mencatatkan rekor yang memprihatinkan pada tahun 2025. Berdasarkan data Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Jawa Tengah, Kabupaten Pemalang menempati rangking pertama se-Jawa Tengah dengan total 253 kasus.
Kepala DP3AP2KB Jawa Tengah, Ema Rachmawati membenarkan data tersebut. Dari total sekitar 7.000 kasus pernikahan anak di seluruh Jawa Tengah, Kota Nanas menjadi penyumbang angka tertinggi. Tingginya angka ini menjadi sorotan serius bagi pemerintah provinsi maupun daerah dalam upaya perlindungan anak.
Rincian Data Pernikahan Dini
Ema merinci, dominasi kasus di Pemalang mayoritas disumbang oleh anak perempuan. Berikut adalah data sebaran kasus pernikahan anak perempuan tertinggi di Jawa Tengah:
Pemalang: 223 anak
Cilacap: 198 anak
Banjarnegara: 152 anak
Grobogan: 133 anak
Banyumas: 130 anak
Sementara itu, untuk kategori pernikahan anak laki-laki, Kabupaten Cilacap menempati urutan pertama dengan 49 anak, disusul Banyumas 46 anak, dan Pemalang 30 anak.
“Untuk keseluruhan (gabungan laki-laki dan perempuan), Pemalang jadi nomor satu,” tegas Ema.
(Ramsus)
