Sindonewsjateng.com, Pemalang – Jawa Tengah ( 5 / 11 / 2025 )
Banyak dari semua elemen masyarakat yang ada di wilayah Kabuoaten Pemalang sudah mengetahui bahwa buah
Nanas Madu Pemalang dari Kecamatan Belik Pemalang adalah produk unggulan dan potensi alam.Desa Belik .
Yang sampai sekarang sudah menyebar luas penjualannya sampai ke nasional yang sama terjenalnya dengan buah Mangga Istana .
Buah Nanas Madu banyak tumbuh di area sekitar lereng selatan Gunung Slamet, udara sejuk membuai kebun-kebun nanas di lima desa bagian selatan Kabupaten Kabupaten ini tumbuh pesat .
Kelima desa – desanya yakni :
* Desa Beluk
* Desa Sikasur
* Desa Bulakan
* Desa Belik, dan Desa Gombong
Meski topografinya berbatu dan pegunungan, masyarakat di sana membuktikan bahwa tekad, gotong royong, dan kolaborasi bisa mengubah tantangan menjadi peluang.
M.Maksum Camat Belik Kabupaten Pemalang terus berupaya dalam pengenalan , pengembangan buah Nanas Madu melalui berbagai program .
Kini, lewat program Desa Sejahtera Astra (DSA) pada tahun 2025, lima desa tersebut mulai menapaki jalan menuju kemandirian ekonomi berbasis komoditas unggulan: buah Nanas Madu.
Kabupaten Pemalang dikenal sebagai salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Tengah yang memiliki ragam topografi dari pesisir hingga pegunungan. Di bagian selatan, terutama di Kecamatan Belik, kondisi geografis berupa lereng dan bukit menciptakan udara sejuk sekaligus medan yang menantang bagi pertanian. Meski sebagian lahan berbatu, para petani di sana membuktikan bahwa kesungguhan bisa mengubah keterbatasan menjadi keunggulan.
Salah satu komoditas unggulan yang menonjol di kawasan ini adalah Nanas Madu Pemalang (Ananas comosus (L.) Merr.), yang secara resmi memperoleh sertifikat Indikasi Geografis (IG) pada 7 Juni 2024.
Banyak pertanyaan dari berbagai pihak , kenapa penting? Label IG ini menjamin bahwa buah yang Anda beli benar-benar berasal dari Pemalang, dengan karakteristik khas yang tidak bisa disamakan dengan nanas dari daerah lain.
Namun, tantangan tetap nyata. Dari sisi produksi, motivasi petani, hingga pengolahan dan pemasaran—semuanya memerlukan pembaharuan dan dukungan. Di sinilah program Desa Sejahtera Astra (DSA) hadir sebagai jembatan perubahan.
Kecamatan Belik, yang berada di lereng selatan Gunung Slamet, memiliki kondisi iklim basah dengan curah hujan signifikan dan kondisi tanah yang bervariasi. Menurut studi, kawasan budidaya nanas madu di Kabupaten Pemalang berada pada topografi ketinggian kira-kira 300-1.200 mdpl, dengan kemiringan lahan hingga 25 % dan tekstur tanah yang cukup gembur, berpasir hingga berbatu. Adapun penelitian juga mencatat curah hujan rata-rata 4.500-6.000 mm/tahun di kawasan Belik.
Lahan nanas madu di Kecamatan Belik dan desa-sekitarnya tersebar sekitar ±2.000 hektare meliputi lima desa tersebut—meski angka pastinya bisa berbeda. Kementerian atau Pemkab Pemalang mencatat bahwa luas lahan budidaya nanas madu berada di beberapa kecamatan bagian selatan.
Sehari-hari, dapat dilihat warga yang menjajakan nanas langsung dari kebunnya di pinggir jalan. Buah nanas madu ini dikenal rasanya manis dan kualitasnya tinggi—karakteristik yang menyebabkan banyak konsumen mencari nanas madu Pemalang sebagai buah segar maupun bahan olahan.
Menurut data primer yang dikumpulkan pada 2022, produksi per petani di Kecamatan Belik terbagi: 27,19 % petani menghasilkan antara 1.000-10.000 buah nanas, 30,70 % antara 10.000-20.000 buah, dan 42,11 % menghasilkan ≥20.000 buah. (Total sampel 114 orang)
Tabel. Jumlah Produksi Nanas di Kecamatan Belik per Tahun
No Jumlah Produksi – buah Jumlah Petani Persentase
1 1.000 – 10.000 31 27,19%
2 10.000 – 20.000 35 30,70%
3 ≥ 20.000 48 42,11%
Jumlah 114 100%
“Sumber: Data primer (2022)”
Walau produksi relatif besar, pengolahan hasil dan pemanfaatan turunannya masih terbatas. Banyak fruit-processing belum maksimal terutama dalam bentuk olahan yang bernilai tambah ataupun pemanfaatan limbah seperti kulit atau daun nanas.
Program Desa Sejahtera Astra (DSA): Wujud Kolaborasi dan Harapan:
Program Desa Sejahtera Astra adalah inisiatif sosial berkelanjutan dari PT Astra International Tbk yang diluncurkan sejak 2018 dan fokus pada pemberdayaan wirausaha berbasis potensi lokal desa—melalui kolaborasi antara perusahaan, perguruan tinggi, komunitas, start-up, dan Koperasi Desa.
( Ramsus )
