SINDONEWSjateng.com, Pemalang – Jawa Tengah ( 16 / 2 / 2026 )
Kayaknya hampir semua masyarakat yang ada di wilayah Kabupaten Pemalang dari 8 wilayah kecamatan sudah mulai terbiasa dengan bencana banjir yang sudah beberapa bulan melanda Pemalang .
Sampai – sampai penghuni rumah dikawasan perumahan yang ada di Pemalang sering meng- up load video tentang banjir , baik dikirim ke Tik – Tok , Face book dan sambil bermain HP sambil jongkok diatas motor yang terkena banjir .
Seperti fenomena banjir dikawasan Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah yang sudah tersorot pihak Kementerian Sosial (!Kemensos ) RI , Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bukan di wilayah Pemerintah Kabupaten Pemalang saja .
Akan tetapi tetap saja banyak komentar di Face Book , Tik – Tok dan lainnya yang menerangkan bahwa ” penanganan korban banjir dan longsor akibat penebangan hutan , penambangan di area dekat Gunung Slamet kurang cepat .
Bencana banjir bandang dan tanah longsor membuat warga di Kabupaten Pemalang, terutama di kawasan Kecamatan Watukumpul, menimbulkan kerusakan parah pada akses jalan, kebutuhan jembatan darurat, gangguan transportasi hingga menyebabkan korban jiwa memerlukan penanganan segera..
Andi Rustono ( AR ) Ketua Presidium Gunung Slamet menuju Taman Nasional, yang mempunyai penilaian bahwa Pemerintah daerah setempat kurang cepat ( lamban ) dalam penanganan korban dan minim perhatian.
Menurutnya, dukungan konkret, bukan sekadar pernyataan, diperlukan untuk membantu pemulihan warga terdampak.
Di dua desa paling parah, Desa Bongas dan Jojogan, longsor menelan korban jiwa dan menghancurkan rumah-rumah; keluarga korban kini menunggu bantuan pemulihan yang nyata.
Minimnya Kunjungan Wakil Rakyat ke Lokasi Bencana
Aktivis Presidium Gunung Slamet juga menyoroti minimnya kunjungan wakil rakyat dan mempertanyakan kehadiran lembaga legislatif, termasuk DPRD Kabupaten Pemalang, yang menurut pengamatannya jarang terlihat di lokasi bencana.
Kehadiran serta langkah nyata wakil rakyat dinilai krusial untuk percepatan bantuan.
Titik Lokasi Bencana Terparah
Beberapa titik lain yang terdampak signifikan meliputi Desa Sima, Banyumudal (kecamatan Kecamatan Moga), serta ruas dan akses vital di Desa Penakir, Batursari dan Gunungsari (kawasan Kecamatan Pulosari).
Di banyak titik warga masih membutuhkan bahan bangunan dan alat untuk memperbaiki hunian.
Meski bantuan logistik dari relawan dan donatur sampai saat ini membantu kebutuhan dasar, Andi meminta agar alokasi difokuskan juga pada alat-alat konstruksi dan bahan bangunan untuk mempercepat pemulihan rumah dan infrastruktur ekonomi warga.
Ia memberi apresiasi kepada relawan namun menegaskan bahwa perbaikan jangka menengah membutuhkan koordinasi resmi dan dana terpadu.
Soal penyebab dan dampak lingkungan, Andi mengingatkan bahwa perusakan di sekitar Gunung Slamet memperparah potensi longsor.
Kasus hilangnya seorang pendaki, ,”Syafiq” asal Magelang, menambah kekhawatiran terhadap tata kelola zona rawan dan praktik pencarian yang kadang melupakan etika lingkungan .
( Ramsus )
