SINDONEWSjateng.com, Pemalang – Jawa Tengah ( 18 / 1 / 2026 )

Cuaca ekstrim dan besarnya curah hujan yang menimpa di semua wilayah provinsi yang ada di Nusantara bisa berpengaruh besar pada aktifitas warga diwilayah tersebut .

Ditambah lagi terjadinya luapan air hujan sekaligus membawa sampah – sampah ikut terhanyut bersama arus .

Makanya dari warga setempat perlu mengambil tindakan kerja bakti membersihkan sampah dan di pinggir – pinggir sungai serta sampah – sampah yang memenuhi jembatan sungai di lingkungan warga

Wilayah Kabupaten Pemalang Provinsi Jawa Tengah sedang mengalami musim penghujan sedari 2 bulanan yang lalu .

Termasuk di wilayah Dusun Peron Kelurahan Petarukan Kecamatan Petarukan Kabupaten Pemalang resah dikarenakan seringnya hujan besar ,

Volume air yang banyak kadang air hujan meluap bersama sampah .

Tindakan Tarmuji Ketua RT 02 / Ahmad Sutarno Ketua RW 14 dengan mengajak , tokoh masyarakat , warga Dusun Peron berupa Kerja Bakti Bersihkan Sampah di Sungai dilaksanakan pada hari Minggu 18 Januari 2026 sekitar pukul : 08 : 00 WIB .

Ketika awak media mewawancarai Pranoto salah satu tokoh masyarakat dalam bidang Sanitasi Lingkungan setempat dan masuk juga menjadi pengurus di Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia ( KSPSI ) Kabupaten Pemalang ,

Di sela-sela kerja bakti , dirinya mewakili Ketua RT 02 dan Ketua RW 14 serta Karang Taruna Dusun Peron Kelurahan Petarukan , dirinya menjelaskan ” betul seperti yang kita lihat bersama pada hari ini kami warga Dusun Peron Kelurahan Petarukan Kecamatan Petarukan Pemalang sedang melaksanakan kegiatan sosial untuk kebersihan lingkungan kami.” kata Pranoto .

“Dengan tujuan sanitasi lingkungan kami bersih dari sampah , sehat dan utamanya bisa melancarkan aliran sungai dikarenakan banyak sampah yang terbawa air hujan saat banjir ,

Beberapa kali kami sering melakukan kegiatan seperti ini pada saat sekarang ,

Menurut saya , Ketua RT 02 , Ketua RW 14 dan pengurus Karang Taruna serta masyarakat pemerhati lingkungan harus ada tindakan pengerukan sungai dikarenakan sedimentasi ( pendangkalan ) agar jika terjadi hujan lebat volume air bertambah tidak meleber ke rumah – rumah warga ” jelasnya .

Harapan kami, “Kepada semua pemangku dan pengambil kebijakan yang ada di Pemerintah Kabupaten Pemalang , kepala kedinasan terkait , para anggota DPRD Pemalang serta lebih khususnya Kepala Kelurahan Petarukan beserta jajaran ,

Tolong perhatikan kami dan bisa datang cek lokasi , berdialog dengan kami serta segera lakukan tindakan sebelum terjadi hal – hal yang bisa sangat merugikan kami semua karena banjir.” pungkas Pranoto. (Ramsus)